DEPOK | FOKUSOTA.COM – Kepedulian sosial Anggota Komisi A DPRD Kota Depok sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD dari Fraksi PPP, Hj. Qonita Lutfiyah, mendapat sambutan hangat dari masyarakat setelah menghadirkan satu unit ambulans sosial untuk pelayanan darurat warga.
Bantuan tersebut diserahkan dalam kegiatan reses di RT 002 RW 004, Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Minggu (1/2/2026). Ambulans itu dibeli menggunakan dana pribadi sebagai wujud komitmen kemanusiaan yang langsung menyasar kebutuhan mendesak masyarakat.
Ketua RW 12 BSI Kelurahan Pengasinan, Budi Marsafli, menyebut kehadiran ambulans menjadi angin segar bagi warga. Selama ini, menurutnya, akses kendaraan darurat kerap menjadi kendala saat terjadi kondisi genting.
“Sekarang warga merasa lebih aman. Saat ada situasi darurat, kami sudah punya fasilitas yang siap digunakan. Ini bantuan sosial murni, tidak ada unsur komersial,” ujarnya.
Ia menegaskan pengoperasian ambulans mengedepankan prinsip gotong royong. Tidak ada tarif wajib bagi pengguna. Sistem yang diterapkan adalah infak sukarela untuk membantu biaya bahan bakar, perawatan kendaraan, dan operasional pengemudi.
“Kalau warga mampu silakan berinfak, kalau tidak mampu tetap kami layani. Tujuannya satu: kemanusiaan,” jelas Budi.
Menurutnya, bantuan tersebut berawal dari komunikasi sederhana saat Qonita meninjau kegiatan pengaspalan jalan di kawasan BSI. Dari dialog spontan itu, kebutuhan ambulans langsung direspons cepat dan direalisasikan tanpa proses berlarut.
Untuk memastikan layanan mudah diakses, nomor kontak darurat tertera jelas di badan kendaraan. Pengelola ambulans menyatakan siap siaga 24 jam untuk melayani kebutuhan warga.
“Kami bertanggung jawab penuh. Kapan pun dibutuhkan, ambulans siap bergerak,” katanya.
Budi menilai langkah Qonita menunjukkan bahwa reses tidak hanya menjadi agenda formal, tetapi bisa melahirkan solusi nyata. Ia berharap aksi sosial tersebut menjadi contoh kolaborasi antara wakil rakyat dan masyarakat.
“Ini bukti kepedulian yang tulus. Kehadiran beliau bukan hanya mendengar keluhan, tapi langsung memberi jawaban. Semoga semangat kemanusiaan seperti ini terus berlanjut,” tutupnya.
Bagi warga, ambulans sosial itu bukan sekadar kendaraan, melainkan simbol kehadiran negara melalui kepedulian individu — bahwa pertolongan bisa datang cepat ketika solidaritas menjadi landasan utama.(Ht)








