Bukan Sekadar Penyuluhan, Hamzah Dorong Edukasi Kanker Menjangkau Seluruh Warga Depok

IMG-20260808-WA0005

DEPOK | FOKUSKOTA .com – Edukasi tentang kanker dan tumor dinilai tidak boleh berhenti di ruang-ruang penyuluhan. Pengetahuan kesehatan harus dibawa lebih dekat kepada masyarakat agar warga memiliki kesadaran mengenali risiko dan gejala penyakit sejak dini.

Gagasan itu disampaikan Ketua Umum Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Depok (IKABENTO), Hamzah, saat menghadiri kegiatan sosial dan penyuluhan kesehatan bersama Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI) di Gedung Bank BJB Cabang Depok Margonda, Sabtu (8/8/2026).

Bagi Hamzah, kegiatan tersebut bukan sekadar agenda sosial. Ada kebutuhan yang jauh lebih besar, yakni membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengetahuan kesehatan.

“Penyuluhan dan penyampaian informasi kepada masyarakat memang harus terus dilakukan,” ujar Hamzah.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya mengetahui nama atau jenis penyakit. Warga juga perlu memahami faktor risiko, tanda-tanda yang patut diperhatikan, serta pentingnya mengambil langkah kesehatan lebih awal.

Karena itu, Hamzah melihat YPKI memiliki ruang besar untuk memperluas kiprahnya di Kota Depok. Ia berharap kegiatan edukasi tidak hanya digelar di satu tempat atau menyasar kelompok tertentu, tetapi dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

Hamzah bahkan mendorong agar YPKI membangun kolaborasi yang lebih luas dengan Pemerintah Kota Depok.

Menurut dia, pemerintah memiliki jaringan pelayanan dan kedekatan dengan masyarakat yang dapat menjadi kekuatan untuk memperluas jangkauan edukasi kesehatan.

“Saya sangat setuju YPKI bekerja sama dengan pemerintah kota, bukan hanya memberikan penyuluhan di satu tempat, tetapi bisa menjangkau seluruh Kota Depok,” katanya.

Ia menilai kolaborasi antara yayasan, pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, dan elemen warga akan membuat program edukasi kesehatan memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.

Bagi Hamzah, pengetahuan merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan. Dengan pengetahuan yang memadai, warga diharapkan tidak mengabaikan kondisi kesehatan dan dapat lebih cepat mencari bantuan profesional ketika menemukan sesuatu yang mengkhawatirkan.

Lebih jauh, Hamzah mengaitkan kepedulian sosial tersebut dengan prinsip yang ia pegang dalam menjalankan amanah sebagai Ketua Umum IKABENTO.

Menurutnya, sebuah jabatan seharusnya tidak hanya dimaknai sebagai posisi atau kewenangan. Jabatan justru harus menjadi ruang untuk memberikan manfaat.

Pandangan itu, kata Hamzah, banyak dipengaruhi pesan yang ia dapatkan dari almarhumah ibunya.

“Kalau harta yang ditinggalkan akan menjadi rebutan anak dan cucu. Saya belajar dari almarhum ibu saya bahwa harta itu bukan segala-galanya,” tuturnya.

Ia meyakini, ilmu dan pengetahuan juga merupakan bentuk warisan yang bernilai. Bahkan, ilmu dapat terus memberikan manfaat ketika dibagikan kepada orang lain.

“Ilmu itu penting, pengetahuan itu penting. Kalau kita tidak bisa memberikan harta, kita bisa memberikan ilmu,” ujarnya.

Dari pemikiran tersebut, Hamzah berharap kegiatan bersama YPKI tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Ia ingin edukasi kesehatan berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan lebih banyak pihak dan hadir secara berkelanjutan di tengah masyarakat.

Menurutnya, semakin luas kolaborasi yang dibangun, semakin besar pula peluang masyarakat mendapatkan akses informasi kesehatan yang benar dan bermanfaat.

“Selama saya menjabat, insyaallah saya ingin jabatan saya bermanfaat buat orang lain,” pungkas Hamzah.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *