26 Tim dari 6 Provinsi Adu Cepat di Setu Rawakalong, Festival Perahu Naga Depok Dorong Olahraga, Wisata dan UMKM

IMG-20260809-WA0009

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Riuh suara tambur dan semangat para peserta memecah suasana Setu Rawakalong, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (9/8/2026). Sebanyak 26 tim dari enam provinsi ambil bagian dalam Festival Perahu Naga Tahun 2026, yang kembali digelar sebagai perpaduan olahraga, pariwisata, pelestarian lingkungan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Festival yang telah memasuki penyelenggaraan ke-9 tersebut diawali dengan senam bersama yang melibatkan masyarakat dan komunitas olahraga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perlombaan perahu naga yang berlangsung di perairan Setu Rawakalong.

Wali Kota Depok H. Supian Suri secara resmi membuka festival tersebut. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini konsisten menjaga keberlangsungan kegiatan olahraga sekaligus merawat Setu Rawakalong.

Dalam sambutannya, Supian memberikan apresiasi khusus kepada Hj. Yeti Wulandari, S.H., yang disebut memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan anak muda, olahraga, dan lingkungan.

Menurut Supian, kegiatan yang digelar secara rutin tersebut bukan sekadar perlombaan. Festival perahu naga menjadi ruang untuk membangun budaya hidup sehat sekaligus mengajak masyarakat mencintai lingkungan.

“Semangat kita bagaimana mencintai alam, menjaga kesehatan, dan melahirkan generasi-generasi hebat,” ujar Supian dalam sambutannya.

Ia menegaskan, generasi yang sehat membutuhkan lingkungan yang sehat pula. Karena itu, keberadaan Setu Rawakalong harus dipandang sebagai aset penting yang perlu dirawat bersama.

Supian juga mengapresiasi masyarakat, khususnya warga Curug, yang turut menjaga kebersihan kawasan setu. Menurutnya, lingkungan yang terjaga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, termasuk sebagai ruang terbuka dan sumber daya lingkungan bagi kawasan sekitarnya.

Supian juga menyoroti dampak kegiatan tersebut terhadap sektor ekonomi lokal. Kehadiran festival membuat pelaku UMKM mendapatkan ruang untuk memasarkan berbagai produk kuliner dan usaha masyarakat.

Ia menyebut kegiatan UMKM yang sebelumnya berlangsung di kawasan tersebut mampu mencatatkan perputaran transaksi lebih dari Rp100 juta.

“Informasinya omzetnya lebih dari Rp100 juta. Luar biasa. Mudah-mudahan hari ini juga omzetnya banyak, sehingga warga Depok, khususnya UMKM, terus bersemangat melahirkan kuliner-kuliner yang diminati warga Depok dan sekitarnya,” katanya.

Menurut Supian, kolaborasi antara olahraga, wisata, lingkungan, dan UMKM merupakan konsep yang perlu terus dikembangkan. Dengan demikian, sebuah kegiatan olahraga tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panitia Festival Perahu Naga 2026, Eko Herwiyanto, AP., M.Si., yang juga Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, mengatakan festival tahun ini merupakan penyelenggaraan yang ke-9.

Festival tersebut pertama kali digelar pada 2015 dan terus dipertahankan sebagai salah satu agenda olahraga sekaligus promosi potensi wisata Kota Depok.

Eko menjelaskan, penyelenggaraan Festival Perahu Naga 2026 mengacu pada ketentuan perundang-undangan mengenai penyelenggaraan keolahragaan serta program kerja Disporyata Kota Depok tahun 2026.

Ada sejumlah tujuan yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Selain meningkatkan prestasi olahraga dan membangun budaya olahraga di tengah masyarakat, festival juga menjadi sarana memperkenalkan Setu Rawakalong sebagai salah satu destinasi wisata yang dimiliki Kota Depok.

“Konsepnya menggabungkan antara olahraga dengan pariwisata. Mudah-mudahan juga berdampak kepada pergerakan ekonomi lokal dan UMKM,” kata Eko.

Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat sekitar yang ikut menjaga kebersihan dan keindahan Setu Rawakalong sehingga kawasan tersebut semakin layak menjadi ruang aktivitas masyarakat.

Festival Perahu Naga 2026 diikuti 26 tim yang berasal dari enam provinsi. Para peserta berkompetisi dalam sejumlah nomor perlombaan yang telah disiapkan panitia.

Di antaranya kategori Open 200 meter 12 kru putra, Open 200 meter 12 kru putri, serta nomor stand up paddle 200 meter putra.

Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp40,5 juta bagi para pemenang.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah sekaligus memperlihatkan bahwa Festival Perahu Naga Depok mulai memiliki daya tarik lebih luas. Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi bagi atlet lokal, tetapi juga menjadi ruang pertemuan komunitas olahraga air dari berbagai wilayah.

Sebelum perlombaan dimulai, rangkaian kegiatan dibuka dengan senam bersama yang melibatkan komunitas dan masyarakat. Suasana semakin meriah dengan kehadiran pelaku UMKM yang membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan.

Bagi Pemerintah Kota Depok, Festival Perahu Naga menjadi contoh bagaimana satu kegiatan dapat dikembangkan dengan pendekatan kolaboratif: olahraga untuk prestasi, lingkungan untuk keberlanjutan, pariwisata untuk promosi daerah, dan UMKM untuk menggerakkan ekonomi warga.

Supian berharap semangat kolaborasi tersebut dapat terus dijaga sehingga Festival Perahu Naga tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi salah satu ikon kegiatan olahraga dan wisata air Kota Depok.

“Semoga acara ini membawa Depok maju, Jawa Barat istimewa, dan Indonesia emas 2045,” ujar Supian saat membuka secara resmi Festival Perahu Naga Tahun 2026.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *