
DEPOK | FOKUSKOTA.com – Bukan sekadar menjadi tuan rumah, Federasi Hockey Indonesia (FHI) Kota Depok ingin menjadikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 sebagai panggung pembuktian prestasi. Dengan target dua medali emas, atlet hockey putra dan putri yang dijuluki “Bocah Sawangan” siap berjuang membawa nama Kota Depok ke podium tertinggi.
Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kontingen hockey Depok. Di tengah waktu persiapan yang relatif singkat, para atlet dituntut menjaga fokus, meningkatkan kekompakan, serta memperkuat mental bertanding untuk menghadapi persaingan ketat dengan daerah lain di Jawa Barat.
Namun, keterbatasan waktu tidak menyurutkan optimisme Muhammad Yunus Yunio. Ia menegaskan, para atlet muda Depok memiliki semangat juang dan tekad kuat untuk menjawab tantangan tersebut melalui penampilan maksimal di lapangan.
“Memang harus kami akui, waktu persiapan sangat singkat. Namun, keterbatasan waktu bukan alasan untuk menyerah. Bocah Sawangan siap bertarung, siap memberikan kemampuan terbaik, dan siap mempersembahkan dua medali emas untuk Kota Depok,” tegas Yunio, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Yunio, menjadi tuan rumah Porprov bukan semata-mata tentang kelancaran penyelenggaraan pertandingan. Lebih dari itu, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk menunjukkan kualitas pembinaan, semangat kompetisi, dan kemampuan atlet hockey Kota Depok.
Ia menegaskan, FHI Kota Depok tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah kemeriahan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut. Para atlet harus mampu tampil percaya diri, berjuang maksimal, dan membuktikan bahwa Depok memiliki potensi untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
“Kami tidak ingin hanya menjadi tuan rumah yang sukses menyelenggarakan pertandingan, tetapi juga harus sukses dalam prestasi. Target kami jelas, dua emas untuk Kota Depok,” ujarnya.
Yunio menambahkan, target tersebut membutuhkan kerja keras dan konsistensi seluruh elemen, mulai dari atlet hingga tim pendukung. Semangat kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, dan mental bertanding menjadi faktor penting dalam menghadapi setiap pertandingan.
Di balik target dua medali emas, Yunio berharap perjuangan atlet hockey Depok mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Depok, KONI, serta masyarakat. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi para atlet muda yang membawa harapan dan kebanggaan daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa prestasi tidak bisa hanya dibebankan kepada atlet. Dibutuhkan sinergi dan perhatian dari berbagai pihak agar potensi atlet dapat berkembang serta memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
“Anak-anak ini membawa harapan dan kebanggaan Kota Depok. Mereka membutuhkan dukungan, bukan hanya tuntutan prestasi. Kami ingin membuktikan bahwa dari Sawangan bisa lahir atlet-atlet hockey yang mampu mengharumkan nama Kota Depok,” ungkapnya.
Bagi Yunio, dua medali emas bukan sekadar target di atas kertas. Target tersebut menjadi simbol keberanian atlet muda Depok untuk bermimpi besar, menghadapi tantangan, dan berjuang sampai akhir demi mengharumkan nama daerah.
“Jangan pernah meremehkan Bocah Sawangan. Walaupun persiapan singkat, semangat kami tidak pernah singkat. Kami siap berjuang sampai pertandingan terakhir. Bocah Sawangan datang bukan sekadar bermain, tetapi untuk meraih prestasi dan membanggakan Kota Depok!” pungkasnya.
Dengan tekad tersebut, kontingen hockey Kota Depok kini membawa misi besar: memaksimalkan kesempatan sebagai tuan rumah sekaligus memperjuangkan prestasi di Porprov XV Jawa Barat 2026.
Bocah Sawangan siap bertarung. Dua emas menjadi target, harga diri dan kebanggaan Kota Depok menjadi semangat perjuangan. (Ht)



