
DEPOK | FOKUSKOTA.com – Ketimpangan ekonomi dan terbatasnya akses pengembangan usaha masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Berangkat dari persoalan tersebut, Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia berupaya membangun kekuatan ekonomi berbasis kebersamaan dengan menyatukan berbagai potensi masyarakat dari Sabang hingga Merauke.
Ketua Umum Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia, Askinanti, menegaskan bahwa persatuan antarpelaku usaha dan masyarakat menjadi modal penting untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas. Melalui wadah ini, berbagai kalangan diharapkan dapat saling mendukung, membangun kemitraan, serta mengembangkan usaha agar mampu tumbuh dan bersaing.
Paguyuban tersebut menghimpun anggota dari beragam sektor, mulai dari pengusaha, pelaku UMKM, pedagang, petani, nelayan, dosen, hingga masyarakat umum yang memiliki semangat untuk membangun usaha dan meningkatkan taraf hidup.
Menurut Askinanti, perbedaan latar belakang bukanlah penghalang untuk maju bersama. Sebaliknya, keberagaman keahlian, pengalaman, dan potensi daerah dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui kerja sama yang terarah.
“Kami ingin menyatukan masyarakat yang memiliki semangat untuk berusaha dan berkembang. Banyak orang mempunyai kemampuan serta keinginan membangun usaha, tetapi masih membutuhkan kesempatan, jaringan, dan pendampingan. Melalui paguyuban ini, kami ingin membuka ruang agar mereka bisa saling menguatkan dan maju bersama,” ujar Askinanti.sabtu (24/10/2026)
Askinanti menjelaskan, salah satu arah pengembangan Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia adalah memperkuat jaringan antaranggotanya di berbagai provinsi. Dengan konektivitas tersebut, potensi ekonomi daerah diharapkan dapat saling terhubung dan memberikan manfaat yang lebih besar.
Petani, misalnya, membutuhkan akses pasar yang lebih luas. Nelayan memerlukan jaringan distribusi yang mendukung hasil produksinya, sedangkan pelaku UMKM dan pedagang membutuhkan mitra serta kesempatan pemasaran untuk meningkatkan penjualan.
Melalui sinergi lintas sektor, berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat dipertemukan dalam kerja sama yang produktif.
Askinanti menilai, penguatan jaringan usaha perlu menjadi perhatian agar pelaku usaha kecil tidak terus menghadapi tantangan secara sendiri-sendiri. Kebersamaan dapat membuka kesempatan untuk bertukar informasi, menjajaki kemitraan, dan mencari solusi atas hambatan yang dihadapi dalam menjalankan usaha.
“Kami ingin anggota di setiap provinsi memiliki hubungan yang kuat. Potensi yang ada di satu daerah bisa dikembangkan melalui kerja sama dengan daerah lain. Dengan begitu, peluang usaha tidak berhenti di lingkungan sendiri, tetapi bisa berkembang lebih luas,” katanya.
Selain memperkuat jaringan, Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia juga memiliki cita-cita untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru, khususnya dari kalangan masyarakat yang membutuhkan kesempatan untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
Askinanti menegaskan, masyarakat perlu mendapatkan ruang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, membangun jaringan pemasaran, dan meningkatkan kapasitas usaha sesuai potensi yang dimiliki.
Pembinaan diharapkan dapat menjangkau pengusaha pemula hingga pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya ke tingkat yang lebih besar. Dengan dukungan yang tepat, usaha masyarakat diharapkan mampu bertahan, berkembang, dan membuka peluang kerja bagi lingkungan sekitarnya.
Namun, untuk merealisasikan gagasan tersebut, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Karena itu, pihaknya berharap adanya bimbingan dan dukungan dari pemerintah, instansi terkait, serta Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kemitraan, akses pembinaan, penguatan kapasitas pelaku usaha, hingga kesempatan memperluas pemasaran produk lokal.
“Kami tidak ingin gagasan ini hanya menjadi wacana. Kami ingin ada langkah nyata yang dapat membantu masyarakat mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, sinergi dengan pemerintah, instansi terkait, dan BUMN sangat kami harapkan agar potensi yang dimiliki masyarakat dapat berkembang secara optimal,” tegasnya.
Bagi Askinanti, pembangunan ekonomi nasional perlu diiringi dengan penguatan kemampuan masyarakat untuk mandiri dan produktif. Kesempatan berusaha harus semakin terbuka agar masyarakat dari berbagai lapisan memiliki peluang untuk memperbaiki kondisi ekonominya.
Ia berharap Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia dapat menjadi jembatan yang mempertemukan potensi masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pihak yang memiliki komitmen terhadap pemberdayaan ekonomi.
Dengan semangat kebersamaan, organisasi ini menargetkan terciptanya kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata, bukan hanya bagi anggota, melainkan juga bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memulai atau mengembangkan usaha.
Askinanti pun mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk menjaga solidaritas serta menjalankan program secara berkelanjutan demi mencapai tujuan bersama.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergandengan tangan. Mari kita bangun usaha, perkuat solidaritas, dan manfaatkan potensi yang ada melalui kerja sama. Harapan kami, paguyuban ini dapat ikut memberikan kontribusi bagi kemajuan ekonomi rakyat menuju Indonesia maju pada 2030 dan Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
Dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor dan wilayah, Paguyuban Berkah Merah Putih Indonesia berharap semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh sebagai pelaku usaha mandiri, memperkuat ekonomi keluarga, dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.(Ht)



