Bersihkan Setu Pladen, Perkuat Kolaborasi: Komunitas, Pemerintah dan Warga Siapkan Kawasan Jadi Pojok Wisata Depok

IMG-20261001-WA0020

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kota Depok diisi dengan gerakan nyata menjaga lingkungan. GrassRoot Peduli Lingkungan, RRD, LSM Prabu bersama Kelurahan Beji, DLHK, Dinas PUPR Kota Depok serta masyarakat turun langsung melakukan aksi bersih-bersih Danau Setu Pladen, Kamis (1/10/2026).

Bagi para penggerak kegiatan, aksi tersebut bukan sekadar memungut sampah. Kolaborasi lintas komunitas dan pemerintah itu menjadi langkah awal untuk membangun kepedulian bersama terhadap keberadaan Setu Pladen, sekaligus mendorong kawasan tersebut agar memiliki manfaat lingkungan, sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Sekretaris Kelurahan Beji, Muhammad Diansyah, mengatakan momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi kesempatan untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan nyata.

“Ini mempunyai makna tersendiri. Kita lakukan dalam rangka memperteguh nilai-nilai Pancasila sebagai anak bangsa. Ini juga menandakan bahwa kita mempunyai kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat,” ujar Diansyah.

Menurutnya, Setu Pladen memiliki fungsi penting bagi wilayah Beji, khususnya berkaitan dengan lingkungan dan ketahanan air.

“Setu ini merupakan urat nadi, paru-paru kita, khususnya di wilayah Beji. Ini dekat dengan Balai Kota dan Margonda. Harusnya menjadi cadangan air bagi masyarakat jika mengalami kekeringan atau musim kemarau,” katanya.

Diansyah menegaskan, menjaga Setu tidak mungkin dilakukan hanya oleh pemerintah.

“Intinya kolaborasi dan kerja sama dari semua pihak. Saya tidak bisa sendiri, kelurahan juga tidak bisa sendiri,” tegasnya.

Ia pun mengapresiasi keterlibatan GrassRoot Peduli Lingkungan, RRD, LSM Prabu, DLHK, PUPR dan masyarakat yang ikut bergerak menjaga kebersihan Setu.

Ketua RRD Depok, Karmila, mengatakan aksi bersih-bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya memperkuat semangat kebersamaan dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila.

“Kita di sini melakukan aksi bersih-bersih dalam menyambut Hari Kesaktian Pancasila. Selain memperkuat rasa Pancasila, kita juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama Setu Pladen,” ujar Karmila.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah bagian kawasan yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, keterlibatan komunitas dan masyarakat diperlukan agar kondisi Setu terus membaik.

Karmila bahkan mendorong agar Setu Pladen ke depan dapat dikembangkan menjadi pojok wisata yang dikenal lebih luas di Kota Depok.

“Harapan saya, Setu Pladen menjadi pojok wisata yang bisa dikenalkan di Depok, lebih maju, berkembang dan tentunya lebih bersih,” katanya.

Tidak hanya sektor wisata, Karmila juga melihat potensi ekonomi masyarakat sekitar.

“Bisa menjadi pojok UMKM. Kita bisa mengembangkan UMKM dari warga sekitar sini,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlanjutan gerakan tersebut, RRD bersama komunitas lainnya berencana menjadikan kegiatan bersih-bersih sebagai agenda rutin.

“Ini akan menjadi agenda rutin. Kita akan mengadakan bersih-bersih setiap bulan, kemudian mungkin juga mengadakan semacam pasar atau festival UMKM untuk mengembangkan produk-produk warga sekitar,” jelas Karmila.

Ketua RW 14, Asmad, mengatakan pengelolaan Setu Pladen ke depan diharapkan semakin terarah dengan melibatkan sejumlah kelompok masyarakat.

Menurutnya, terdapat tiga unsur yang dapat menjadi bagian penting dalam pengelolaan, yakni kelompok kerja, komunitas pecinta lingkungan dan kelompok sadar wisata.

“Insyaallah ke depannya pengelolaan Setu ini akan lebih terarah. Di sini ada Pokja, ada pecinta lingkungan dan ada Pokdarwis. Dari ketiga komponen ini kita akan berkolaborasi untuk menyusun rencana ke depan,” ujar Asmad.

Ia berharap pengalaman pengelolaan setu lain di Kota Depok dapat menjadi pembelajaran untuk mengembangkan Setu Pladen.

“Kita akan belajar bagaimana mengelola Setu ini supaya ke depannya bisa memberikan dampak positif buat lingkungan,” katanya.

Asmad juga ingin menghidupkan kembali aktivitas masyarakat di kawasan tersebut, seperti komunitas memancing, kerja bakti, senam dan olahraga.

“Alhamdulillah, yang tadinya Setu agak bau sekarang sudah lebih baik. Ke depan kita ingin menghidupkan kembali komunitas mancing. Warga juga bisa bersama-sama melakukan bersih-bersih, senam dan olahraga di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Setu sekaligus Ketua RT 03/RW 03, Didik F., memberikan apresiasi terhadap gerakan yang dilakukan berbagai komunitas bersama pemerintah dan warga.

“Saya mengapresiasi setinggi-tingginya apa yang dilakukan GrassRoot bersama kawan-kawan dan pihak yang punya kepedulian terhadap Setu ini. Ini merupakan hal yang sangat penting,” kata Didik.

Ia menilai kebersihan Setu memiliki dampak langsung terhadap lingkungan sekitar, termasuk persoalan bau dan fungsi resapan air.

“Bersihnya Setu juga akan memberikan dampak yang baik, baik dari sisi bau maupun resapan air yang bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya.

Didik juga menyebut kondisi Setu mulai mengalami perubahan setelah sebelumnya dilakukan pengerukan.

“Dulu ketika kemarau beberapa bulan, semuanya sudah kering. Sekarang dengan adanya pengerukan yang diajukan Bang Bugis bersama kawan-kawan, alhamdulillah sampai sekarang belum ada yang kering,” ungkapnya.

Menurut Didik, pengerukan membantu mengangkat endapan lumpur dan material yang sebelumnya menutupi bagian resapan.

“Limbah yang menutupi resapan air dan bercampur dengan lumpur kemarin agak terangkat dengan adanya pengerukan,” jelasnya.

Ia berharap kepedulian yang ditunjukkan dalam aksi tersebut dapat ditiru komunitas lainnya.

“Saya berharap ini bisa dicontoh komunitas-komunitas lain yang punya kepedulian terhadap lingkungan, khususnya terhadap kebersihan Setu Pladen,” katanya.

Muhammad Diansyah menambahkan, Kelurahan Beji juga tengah mendorong pembentukan kelompok sadar wisata untuk mengelola berbagai potensi yang ada di wilayah tersebut.

Menurutnya, Setu Pladen tidak berdiri sendiri. Beji memiliki sejumlah kawasan yang memiliki nilai lingkungan maupun sejarah dan dapat dikembangkan secara kolaboratif.

Ia berharap keterlibatan pemerintah, komunitas, RT/RW dan masyarakat dapat membentuk sistem pengelolaan yang berkelanjutan.

“Kalau lingkungan dijaga, otomatis akan menarik masyarakat dan wisatawan. Dari situ UMKM juga bisa tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan tersebut akhirnya membawa satu pesan kuat: Setu Pladen tidak cukup hanya dibersihkan, tetapi harus dirawat, dikelola dan dikembangkan bersama.

Kolaborasi GrassRoot Peduli Lingkungan, RRD, LSM Prabu, Kelurahan Beji, DLHK, PUPR Kota Depok dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi untuk menjadikan Setu Pladen bukan hanya lebih bersih, tetapi juga memiliki fungsi lingkungan, ruang publik, wisata dan ekonomi yang dirasakan warga.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *