DEPOK | FOKUSKOTA.com – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di RW 02, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, berlangsung meriah. Beragam perlombaan digelar bukan sekadar untuk memeriahkan Agustus, tetapi menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi dan memperkuat semangat gotong royong.
Ketua RW 02, Zamroni, mengatakan kegiatan perlombaan sudah menjadi tradisi yang rutin dilaksanakan setiap tahun. Tahun ini, rangkaian kegiatan bahkan telah berlangsung sejak sekitar dua pekan sebelumnya dengan berbagai cabang olahraga dan lomba kreativitas.
“Memang sudah menjadi rutinitas di lingkungan RW 02 setiap tahunnya. Tahun ini ada futsal, voli, tenis meja, badminton, lomba kreasi memasak mi dan sepeda hias. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus menjadi rutinitas setiap tahun,” ujar Zamroni.minggu (16/8/2026)
Menurutnya, perayaan kemerdekaan memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan. Kegiatan tersebut menjadi cara sederhana untuk kembali mengingat perjuangan lahirnya Republik Indonesia sekaligus menanamkan rasa kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan adanya perlombaan, animo masyarakat meningkat. Anak-anak, remaja maupun orang tua kembali mengingat bahwa kita memiliki hari besar, yaitu Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Dari sini kita memupuk rasa kebangsaan dan menyambut HUT RI dengan penuh kegembiraan,” katanya.
Dari berbagai rangkaian kegiatan, lomba voli menjadi salah satu yang mendapat perhatian besar dari warga. Namun, lomba kreativitas memasak dan sepeda hias juga menjadi bagian yang menghadirkan suasana berbeda karena melibatkan kreativitas serta partisipasi lintas usia.
Zamroni menegaskan, tujuan utama kegiatan bukan mengejar kemenangan. Justru, pertemuan warga dalam berbagai kegiatan menjadi modal penting untuk membangun lingkungan yang semakin guyub.
“Dengan adanya lomba-lomba seperti ini, timbul rasa kebersamaan. Warga berkumpul, saling bersilaturahmi dan akhirnya rasa kekeluargaan di lingkungan RW 02 semakin kuat,” tegasnya.
Persiapan kegiatan dilakukan sejak jauh hari. Panitia membentuk struktur kepengurusan sekaligus menunjuk penanggung jawab untuk setiap kegiatan agar seluruh rangkaian acara dapat berjalan terkoordinasi hingga malam puncak.
Bagi Zamroni, kekompakan menjadi modal utama. Ia berharap semangat tersebut tidak berhenti ketika seluruh perlombaan berakhir.
“Sebagai ketua lingkungan, kami sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan. Dengan event seperti ini, mudah-mudahan warga semakin guyub, kompak dan tidak ada perbedaan di antara kita,” ujarnya.
Semangat yang sama disampaikan Ketua PKK RW 02, Santi Eka Topsia. Ia berharap momentum perayaan kemerdekaan dapat menjadi ruang bagi seluruh warga untuk mengambil peran tanpa memandang latar belakang pekerjaan maupun usia.
Menurut Santi, warga RW 02 memiliki komitmen untuk membangun lingkungan yang bukan hanya kompak, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan dan kehidupan sosial yang sehat bagi anak-anak hingga generasi berikutnya.
“Kami ingin semua masyarakat di sini ikut berkiprah. Baik pengusaha, ASN maupun pensiunan, semuanya punya komitmen bersama untuk membangun kebahagiaan dan kehidupan yang baik. Kita bertumbuh bersama, dari anak-anak, remaja, dewasa sampai mereka memiliki anak cucu,” tutur Santi.
Ia menekankan pentingnya menjaga persatuan tanpa membedakan agama, ras maupun latar belakang.
“Tujuannya adalah kebersamaan dan kebahagiaan. Jangan ada perbedaan di antara kita. Semangat kebersamaan inilah yang terus kami bangun di RW 02,” katanya.
Menurut Santi, kekuatan warga juga terlihat dari kesediaan mereka memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing untuk menyukseskan kegiatan kemerdekaan.
Ia mengakui salah satu tantangan dalam menjaga kegiatan lingkungan adalah memastikan generasi muda memiliki ruang untuk berperan dan mampu mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Namun, koordinasi yang terbangun dari tingkat bawah hingga pengurus lingkungan membuat berbagai kegiatan dapat berjalan lebih baik.
Santi juga menegaskan pentingnya menjaga lingkungan agar generasi muda terhindar dari pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
“Yang ingin kami kuatkan adalah remaja, orang dewasa dan anak-anak. Kami ingin mereka tumbuh bersama dalam lingkungan yang positif,” ujarnya.
Semarak HUT RI ke-81 di RW 02 akhirnya bukan hanya menjadi panggung perlombaan. Di balik tawa, kompetisi dan kreativitas warga, terselip pesan kuat bahwa kemerdekaan juga dapat dirawat dari lingkungan sendiri—dengan menjaga persatuan, memperkuat gotong royong dan memastikan tidak ada warga yang merasa berjalan sendirian.(Ht)








