DLHK Depok Gandeng PNJ Terapkan Teknologi IoT, Pengelolaan Sampah Organik Bersiap Masuk Era Digital

IMG-20260802-WA0029

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Upaya modernisasi pengelolaan sampah di Kota Depok terus bergerak maju. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menggandeng Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah organik terintegrasi berbasis Internet of Things (IoT), sebuah inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengolahan sampah sekaligus memperkuat transformasi menuju kota yang lebih cerdas dan berkelanjutan.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengelolaan sampah organik berbasis teknologi digital yang melibatkan tenaga operasional dan para pengelola sampah. Program ini menjadi langkah awal membangun sistem pemantauan yang mampu menghadirkan data secara cepat, akurat, dan real-time dalam setiap tahapan pengolahan sampah organik.

Melalui teknologi IoT, berbagai indikator penting seperti suhu, tingkat kelembapan, hingga volume material organik dapat dipantau secara otomatis. Data tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan agar proses pengomposan maupun biokonversi menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot berjalan lebih optimal.

Perwakilan PNJ menjelaskan, penerapan teknologi digital dalam sistem pengelolaan sampah bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan menjadi kebutuhan untuk menciptakan tata kelola lingkungan yang lebih efisien, terukur, dan berbasis data.

Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menyatakan kolaborasi dengan dunia akademik menjadi bagian penting dalam memperkuat inovasi pengelolaan sampah di Kota Depok. Menurutnya, pemanfaatan teknologi akan memberikan nilai tambah terhadap berbagai program pengurangan sampah yang selama ini telah dijalankan pemerintah daerah.

“Kerja sama dengan PNJ ini menjadi angin segar bagi kami. Pemanfaatan teknologi IoT akan membantu meningkatkan presisi dan akurasi pengelolaan sampah organik di lapangan. Kami optimistis, efisiensi pengelolaan sampah di Depok dapat meningkat secara signifikan,” ujar Reni Siti Nuraeni melalui pesan singkat, Minggu (2/8/2026).

Ia menambahkan, pengolahan sampah organik melalui produksi kompos dan biokonversi maggot merupakan strategi utama Pemerintah Kota Depok dalam menekan volume sampah sejak dari sumbernya. Dengan dukungan teknologi digital, proses pengelolaan diharapkan menjadi lebih efektif sekaligus menghasilkan data yang dapat digunakan sebagai dasar evaluasi dan pengembangan kebijakan.

Selain meningkatkan kualitas pengolahan sampah, pelatihan ini juga bertujuan membekali para petugas lapangan dan komunitas pengelola sampah dengan kemampuan mengoperasikan perangkat berbasis IoT. Kehadiran sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah modern.

Sinergi antara DLHK Kota Depok dan Politeknik Negeri Jakarta diharapkan menjadi model kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam menghadirkan inovasi di sektor lingkungan hidup. Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen Kota Depok menuju penerapan smart environmental management, yakni tata kelola lingkungan yang memanfaatkan teknologi untuk menciptakan sistem yang lebih efisien, berkelanjutan, dan responsif terhadap tantangan pengelolaan sampah di masa depan.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *