DEPOK | FOKUSKOTA .com – Upaya menghidupkan kembali ruang terbuka hijau sebagai tempat publik yang nyaman terus dilakukan Pemerintah Kota Depok. Salah satunya melalui kegiatan Jumat Bersih (Jumsih) yang digelar Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bersama masyarakat di kawasan Taman Meruyung, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda bersih-bersih lingkungan. DLHK memanfaatkannya sebagai momentum untuk melakukan pembenahan sekaligus mengajak masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga keberadaan taman kota.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, turun langsung dalam kegiatan tersebut bersama Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) Tri Sakti Anggoro. Warga sekitar juga turut bergotong royong melakukan penataan lingkungan Taman Meruyung.
Taman yang telah berdiri sejak 2019 itu kini mendapat sentuhan peremajaan. Sejumlah fasilitas dan elemen taman mulai dibenahi, mulai dari hardscape dan softscape, pengecatan fasilitas, penambahan tanaman, hingga perbaikan sarana permainan anak.
Penanaman pohon tabebuya juga dilakukan untuk memperkuat suasana hijau sekaligus meningkatkan daya tarik kawasan taman.
Bagi DLHK, keberadaan taman kota bukan hanya soal keindahan. Ruang terbuka hijau juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus menyediakan ruang interaksi bagi masyarakat.
Reni menegaskan, keberlangsungan taman tidak akan maksimal apabila hanya mengandalkan pemerintah. Peran masyarakat dibutuhkan agar fasilitas yang telah dibangun dapat terus dijaga dan dimanfaatkan secara bertanggung jawab.
“Taman kota adalah milik bersama. Pemerintah bisa membangun dan memperbaiki, tetapi keberlanjutannya sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Melalui kegiatan Jumsih ini, kami ingin menumbuhkan rasa memiliki sehingga warga ikut menjaga kebersihan, merawat fasilitas, dan menghijaukan lingkungan,” ujar Reni.
Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci agar ruang terbuka hijau tidak hanya bagus setelah dilakukan penataan, tetapi tetap terawat dalam jangka panjang.
Reni juga menyebut penanaman tabebuya dilakukan setelah pihaknya menerima aspirasi masyarakat yang menginginkan kawasan Taman Meruyung memiliki suasana yang lebih hijau dan asri.
“Kami mendengarkan masukan masyarakat. Penambahan pohon tabebuya bukan hanya mempercantik kawasan saat berbunga, tetapi juga meningkatkan tutupan hijau, memperbaiki kualitas udara, dan menciptakan lingkungan yang lebih ramah bagi semua,” katanya.
Ia berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam kegiatan Jumsih dapat terus berkembang dan diterapkan di berbagai ruang terbuka hijau lainnya di Kota Depok.
DLHK pun mendorong agar masyarakat tidak berhenti berpartisipasi hanya saat kegiatan bersih-bersih berlangsung. Kepedulian terhadap kebersihan, fasilitas publik, dan penghijauan diharapkan menjadi kebiasaan bersama.
Dengan peremajaan fasilitas dan dukungan masyarakat, Taman Meruyung diharapkan kembali menjadi ruang publik yang tidak hanya sedap dipandang, tetapi juga nyaman digunakan untuk beraktivitas, bersosialisasi, dan menikmati lingkungan hijau.
Kolaborasi pemerintah dan warga menjadi modal penting untuk memastikan ruang terbuka hijau di Kota Depok tetap hidup, terawat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dari waktu ke waktu.(Ht)








