DEPOK | FOKUSKOTA.com – Pemerintah Kota Depok terus memperkuat langkah pelestarian sejarah melalui pengembangan program Depok Heritage yang diarahkan menjadi destinasi wisata sejarah terpadu sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif berbasis budaya. Program ini digagas untuk menjadikan kawasan Depok Lama sebagai ikon wisata sejarah yang mampu menarik wisatawan nasional hingga mancanegara.
Di tengah laju pembangunan dan modernisasi kota, Pemkot Depok menilai warisan sejarah bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan aset penting yang harus dijaga, dikenalkan, dan dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran serta kebanggaan masyarakat.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, AP., M.Si., menjelaskan bahwa pengembangan Depok Heritage tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan festival tahunan, tetapi diarahkan menjadi program berkelanjutan yang mampu menghadirkan pengalaman wisata sejarah secara menyeluruh.
“Depok Heritage kami arahkan menjadi lebih dari sekadar festival tahunan. Saat ini kami tengah menyiapkan pengembangan Kawasan Depok Lama sebagai destinasi wisata sejarah terpadu, penyusunan paket wisata heritage bersama Kaoem Depok, digitalisasi informasi sejarah, hingga penguatan promosi melalui jaringan komunitas sejarah dan diaspora keturunan Depok di berbagai daerah maupun luar negeri seperti Belanda,” ujar Eko, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, wisatawan nantinya tidak hanya menikmati suasana kawasan bersejarah, tetapi juga memahami perjalanan panjang lahir dan berkembangnya Kota Depok melalui berbagai situs, tradisi, serta kisah budaya yang masih terjaga hingga kini.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Pemerintah Kota Depok juga menyiapkan penataan kawasan yang lebih ramah wisatawan. Sejumlah rencana seperti pembangunan trotoar yang nyaman bagi pejalan kaki dan pemasangan lampu jalan bernuansa heritage akan dilakukan guna memperkuat identitas kawasan bersejarah tersebut.
Penataan tersebut tidak hanya bertujuan mempercantik lingkungan, tetapi juga menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkarakter kuat sehingga mampu meningkatkan daya tarik Depok Lama sebagai tujuan wisata unggulan.
Salah satu keunikan yang menjadi kekuatan utama Depok Heritage adalah keberadaan Komunitas Kaoem Depok yang masih mempertahankan tradisi dan nilai sejarah selama kurang lebih 312 tahun. Keberadaan komunitas ini menjadi bukti nyata bahwa sejarah Depok tidak hanya tersimpan dalam dokumen dan bangunan tua, tetapi masih hidup dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.
Eko menilai keberlanjutan sejarah yang diwariskan secara turun-temurun tersebut merupakan kekayaan budaya yang sangat langka dan memiliki nilai tinggi dalam pengembangan wisata sejarah.
“Kami ingin menjadikan Depok Lama sebagai destinasi yang menawarkan pengalaman sejarah yang autentik, di mana warisan budaya tidak hanya tersimpan dalam arsip dan bangunan, tetapi tetap hidup dalam tradisi, memori kolektif, dan kehidupan masyarakatnya,” katanya.
Konsep yang dikembangkan tersebut dikenal sebagai living heritage, yaitu warisan budaya yang tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui pendekatan ini, wisatawan dapat merasakan pengalaman sejarah secara langsung, bukan hanya melihat artefak atau bangunan bersejarah semata.
Meski demikian, Eko mengakui bahwa pengembangan kawasan bersejarah memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian nilai sejarah dengan kebutuhan pembangunan modern.
Untuk itu, Pemkot Depok menerapkan strategi pelestarian berbasis keberlanjutan melalui inventarisasi bangunan yang masuk kategori Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB), penguatan perlindungan cagar budaya sesuai regulasi yang berlaku, serta penyusunan zonasi kawasan agar pembangunan baru tetap menghormati karakter lingkungan bersejarah.
Selain aspek pelestarian, masyarakat sekitar juga didorong menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan melalui pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif berbasis budaya. Beragam produk kreatif seperti kuliner khas, kriya, fesyen, fotografi, hingga karya digital yang terinspirasi dari sejarah Depok diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus memperluas promosi budaya daerah.
Pemerintah Kota Depok juga mendorong penerapan konsep adaptive reuse, yakni pemanfaatan bangunan lama untuk kegiatan ekonomi kreatif tanpa menghilangkan nilai sejarah yang melekat. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan bangunan bersejarah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Keberhasilan program Depok Heritage nantinya akan dievaluasi melalui sejumlah indikator, di antaranya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tingkat okupansi hotel, pertumbuhan transaksi UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian budaya.
Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Depok Heritage diharapkan mampu menjadi wajah baru pariwisata Kota Depok sekaligus membuktikan bahwa pelestarian sejarah dapat berjalan selaras dengan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan dukungan komunitas, kekayaan budaya yang masih hidup, serta penataan kawasan yang berkelanjutan, Depok Lama dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata sejarah berkelas internasional yang tidak hanya membanggakan warga Depok, tetapi juga Indonesia di mata dunia.(Ht)








