DEPOK | FOKUSKOTA.com – Forum reses yang digelar Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, H. Hamzah, di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong, berubah menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Tak sekadar menyerap aspirasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menjelaskan arah pembangunan Kota Depok beserta berbagai program prioritas yang kini tengah dijalankan pemerintah.
Dihadiri RT, RW, tokoh masyarakat, unsur kelurahan hingga kecamatan, reses tersebut membahas beragam isu strategis mulai dari Dana RW, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), hingga Universal Health Coverage (UHC).
Dalam paparannya, H. Hamzah menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami pembangunan daerah secara utuh dan tidak melihat persoalan hanya dari satu sudut pandang.
“Reses bukan sekadar tempat menyampaikan keluhan, tetapi juga ruang untuk menjelaskan bagaimana pemerintah menyusun prioritas pembangunan berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini masyarakat memiliki lebih banyak akses untuk memperjuangkan pembangunan di wilayahnya. Selain melalui musrenbang dan usulan dinas, warga juga dapat mengajukan pembangunan melalui Dana RW maupun pokok-pokok pikiran anggota dewan.
Menurutnya, skema tersebut membuka ruang partisipasi masyarakat yang lebih luas dalam menentukan kebutuhan pembangunan lingkungan secara langsung.
Dalam kesempatan itu, Hamzah turut menyoroti program Dana RW sebesar Rp300 juta yang dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pembangunan berbasis lingkungan. Namun, ia mengingatkan agar penggunaan anggaran tidak dilakukan secara asal bagi rata tanpa mempertimbangkan kebutuhan paling mendesak warga.
“Kalau masih ada banjir, drainase mampet, jalan rusak, atau penerangan jalan minim, itu yang harus diprioritaskan lebih dulu. Jangan sampai anggaran habis untuk hal yang bukan kebutuhan utama masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai pembangunan berbasis skala prioritas menjadi kunci agar anggaran benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tak hanya soal infrastruktur, Hamzah juga memaparkan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya merupakan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas generasi muda Indonesia.
“Program ini bukan hanya soal memberi makan gratis kepada siswa, tetapi membangun generasi yang sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan,” katanya.
Ia menyebut program MBG juga memberi efek domino terhadap perekonomian masyarakat karena melibatkan petani, peternak, distributor pangan hingga pelaku UMKM.
“Petani telur bergerak, petani sayur bergerak, peternak ayam bergerak, UMKM makanan juga ikut tumbuh karena kebutuhan pangan meningkat,” jelasnya.
Di bidang pendidikan, H. Hamzah menilai program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang anaknya tidak tertampung di sekolah negeri.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah terobosan Pemerintah Kota Depok agar seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan tanpa terbebani biaya sekolah swasta.
“Kalau anak tidak masuk sekolah negeri, sekarang pemerintah sudah menyiapkan solusi melalui sekolah swasta gratis yang dibiayai pemerintah kota,” ujarnya.
Ia bahkan menyebut RSSG sebagai satu-satunya kebijakan serupa di Jawa Barat yang kini mulai dilirik berbagai daerah lain di Indonesia.
“Program ini menjadi solusi nyata dari Pak Wali Kota Depok dan mulai menjadi perhatian daerah lain karena dianggap mampu menjawab persoalan pendidikan masyarakat,” katanya.
Sementara terkait Universal Health Coverage (UHC), Hamzah menegaskan bahwa konsep tersebut bukan berarti seluruh biaya kesehatan masyarakat ditanggung penuh pemerintah daerah. Menurutnya, UHC bertujuan memastikan masyarakat memiliki akses perlindungan kesehatan melalui BPJS, baik mandiri maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Ia menjelaskan kemampuan APBD Kota Depok juga harus diperhitungkan agar pembangunan sektor lain seperti pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan publik tetap berjalan seimbang.
“Pemerintah tetap memprioritaskan masyarakat miskin dan tidak mampu agar bantuan kesehatan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Menjelang akhir kegiatan, Hamzah mengajak masyarakat untuk menjaga kekompakan dan ikut mengawal pembangunan Kota Depok agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.
“Yang paling penting masyarakat tetap kompak, damai, dan bersama-sama mengawal pembangunan supaya hasilnya bisa dirasakan seluruh warga Kota Depok,” tutupnya.(HT)








