Turap Kali Pesanggrahan Roboh, Mazhab Desak Penguatan Infrastruktur Sungai Secara Menyeluruh

IMG-20260513-WA0033

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Ambrolnya turap di bantaran Kali Pesanggrahan, RT 05 RW 03, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kota Depok, menjadi sorotan penting terkait ketahanan infrastruktur di kawasan rawan longsor dan banjir.

Peristiwa yang terjadi tak lama setelah proyek penurapan rampung itu memunculkan perhatian berbagai pihak, termasuk Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM, yang turun langsung meninjau lokasi di belakang Kampus Madinatul Ilmi, Rabu (13/5/2026).

Menurut Mazhab, kondisi ambrolnya turap tidak bisa dilihat secara sederhana, melainkan harus dipahami sebagai dampak dari karakter alam bantaran sungai yang terus berubah dan sulit diprediksi.

“Pemerintah kota melalui DPUPR sebenarnya sudah bergerak melakukan pembangunan turap dan itu patut diapresiasi. Namun kondisi alam di bantaran kali memang sangat dinamis. Setelah penurapan selesai, justru sisi kanan bantaran mengalami ambrol,” ujarnya.

Ia menjelaskan, perubahan struktur tanah, tingginya debit air, hingga intensitas hujan menjadi faktor yang sangat memengaruhi kestabilan bantaran sungai. Arus air yang deras dapat mempercepat erosi tanah dan memicu longsor, terutama di wilayah yang berada di sepanjang aliran Kali Pesanggrahan.

Mazhab menilai kejadian tersebut harus menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kota Depok untuk memperkuat strategi penanganan bantaran kali secara menyeluruh dan berkelanjutan, bukan sekadar proyek jangka pendek.

“Kalau satu titik bisa mengalami longsor seperti ini, maka potensi yang sama juga bisa terjadi di titik-titik lain dengan kondisi serupa. Karena itu penanganannya harus lebih komprehensif,” katanya.

Selain merusak infrastruktur, longsoran tanah di bantaran kali juga dinilai berpotensi memperparah risiko banjir. Material longsor yang masuk ke aliran sungai dapat menyebabkan penyempitan bahkan penyumbatan arus air.

“Kondisi seperti ini bisa menjadi salah satu pemicu banjir. Ketika material longsoran masuk ke sungai, aliran air terganggu dan kapasitas sungai menjadi berkurang,” jelasnya.

Karena itu, Mazhab HM mendorong agar program penurapan dan penguatan bantaran sungai menjadi prioritas anggaran pemerintah daerah sebagai bagian dari mitigasi bencana sekaligus upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Ia menegaskan, penguatan bantaran kali bukan hanya soal pembangunan fisik semata, tetapi juga berkaitan dengan perlindungan kawasan permukiman warga, stabilitas tanah, serta keberlangsungan ekosistem di sekitar sungai.

“Saya berharap penanganan bantaran sungai di Kota Depok ke depan dilakukan lebih menyeluruh. Tidak hanya membangun turap, tetapi juga pengawasan kondisi tanah, normalisasi aliran air, dan pemeliharaan rutin agar infrastruktur lebih kuat menghadapi perubahan alam,” ungkapnya.

Mazhab juga menepis anggapan bahwa ambrolnya turap disebabkan kesalahan manusia. Menurutnya, faktor alam masih menjadi tantangan terbesar dalam pembangunan infrastruktur di kawasan bantaran sungai yang memiliki tingkat kerentanan tinggi.

Dengan kondisi cuaca yang semakin tidak menentu, ia berharap pemerintah dapat memperkuat sistem pengawasan dan penanganan lingkungan agar masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran kali merasa lebih aman dan terlindungi dari ancaman longsor maupun banjir.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *