DEPOK | FOKUSKOTA.com – Rangkaian Lebaran Depok 2026 kembali menghadirkan nilai-nilai kearifan lokal yang sarat makna. Wakil Ketua Panitia Lebaran Depok, Edi Masturo, menegaskan bahwa tradisi “nyuci perabotan” bukan sekadar ritual budaya, melainkan refleksi mendalam tentang pentingnya kebersihan lahir dan batin, termasuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berlangsung di Alun-alun Kota Depok, Rabu (6/5/2026), kegiatan ini menjadi lanjutan dari tradisi “ngubek empang” yang telah digelar sebelumnya. Menurut Edi, seluruh rangkaian tersebut merepresentasikan kebiasaan masyarakat tempo dulu dalam menyambut bulan suci dengan penuh kesiapan, baik secara fisik maupun spiritual.
“Dulu, menjelang Ramadan, semuanya dibersihkan. Rumah dikapurin, perabotan dicuci, lingkungan dirapikan. Itu bukan sekadar kebiasaan, tapi filosofi hidup—bagaimana kita menyambut kesucian dengan kondisi yang bersih,” ujarnya.
Namun, Edi menekankan bahwa pesan dari tradisi ini tidak berhenti pada aspek budaya semata. Ia mengaitkannya dengan pentingnya menjaga integritas, khususnya bagi aparatur pemerintahan.
“Kalau kita tarik ke konteks hari ini, maknanya sangat relevan. Kita harus bersih dalam bekerja, bersih dalam melayani. Jangan sampai ada praktik korupsi. Ini pesan moral yang harus kita pegang,” tegasnya.
Lebih jauh, Edi menilai Lebaran Depok memiliki peran strategis dalam menjaga identitas kota di tengah masyarakat yang semakin beragam. Ia mengakui bahwa arus urbanisasi membuat banyak generasi muda mulai asing dengan tradisi lokal.
“Depok ini kota yang majemuk. Banyak pendatang, dan generasi sekarang belum tentu mengenal tradisi leluhur. Karena itu, Lebaran Depok menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali budaya kita,” jelasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan tradisi ini, Edi memastikan pihaknya tengah mendorong agar Lebaran Depok memiliki payung hukum melalui Peraturan Daerah (Perda). Langkah ini dinilai penting agar perayaan budaya tersebut tidak bergantung pada pergantian kepemimpinan.
“Kita ingin ini jadi agenda tetap. Sedang kita godok bersama Bamperda, supaya setiap tahun Lebaran Depok pasti ada, siapapun pemimpinnya,” katanya.
Di penghujung pernyataannya, Edi mengajak seluruh warga untuk ikut ambil bagian dalam memeriahkan rangkaian acara hingga puncak kegiatan akhir pekan. Ia menekankan bahwa Lebaran Depok adalah milik bersama, tanpa sekat identitas.
“Tema kita jelas, ‘Depok Rumah Kita’. Artinya semua yang tinggal di sini adalah bagian dari keluarga besar. Mari kita jaga, kita rayakan, dan kita banggakan bersama,” pungkasnya. (Ht)








