Depok Gandeng Bogor Ubah Sampah Jadi Listrik, Beban Harian Ditargetkan Turun Hingga 700 Ton

IMG-20260424-WA0007

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Upaya mengatasi persoalan sampah di Depok memasuki babak baru. Pemerintah Kota Depok menjalin kolaborasi dengan wilayah Bogor untuk mengolah sampah menjadi energi listrik, sebuah langkah strategis yang ditargetkan mampu memangkas beban sampah hingga ratusan ton per hari.

Legislator Partai Gerindra, H. Edi Masturo, mengungkapkan bahwa rencana tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Supian Suri dalam sidang paripurna DPRD yang digelar dalam rangka HUT ke-27 Kota Depok, Kamis (23/4).

Menurut Edi, kolaborasi lintas daerah ini menjadi solusi konkret atas tingginya volume sampah di Depok yang saat ini mencapai sekitar 1.300 ton per hari. Dengan skema kerja sama tersebut, sebagian besar sampah akan dialihkan untuk diolah menjadi energi listrik.

“Targetnya bisa mengurangi sekitar 500 hingga 700 ton sampah per hari. Ini tentu akan sangat meringankan beban pengelolaan di Depok,” ujarnya usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD.

Ia menjelaskan, langkah ini akan dilakukan secara bertahap dengan perencanaan yang matang, termasuk optimalisasi sistem distribusi sampah. Armada pengangkut akan dimaksimalkan untuk memastikan proses pengiriman ke lokasi pengolahan berjalan lancar.

Sebelumnya, sebagian sampah dari Depok juga telah dikirim ke tempat pengolahan di luar wilayah. Namun ke depan, sistem kerja sama ini diharapkan lebih terintegrasi dan berkelanjutan, terutama dengan pendekatan pengolahan berbasis energi.

Edi menilai, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab satu daerah, melainkan tantangan bersama, khususnya antara Depok dan Bogor yang memiliki karakteristik wilayah dan volume sampah yang serupa.

“Sinergi antar daerah menjadi kunci. Dengan bekerja sama, penanganan sampah bisa lebih efektif dan memberikan manfaat nyata, termasuk dalam bentuk energi listrik,” tegasnya.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan pengelolaan sampah tidak lagi sekadar berfokus pada pembuangan, tetapi juga mampu menghasilkan nilai tambah bagi masyarakat serta mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan perkotaan. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *