Hamzah Bocorkan Konsep Lebaran Depok 2026, Dari Ngubek Empang hingga Wali Band

IMG-20260406-WA0016

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Panitia Lebaran Depok 2026 terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan agenda budaya tahunan kebanggaan warga Kota Depok. Dalam rapat koordinasi yang digelar di kawasan GDC Alun-Alun Depok Senin (6/4/2026), panitia menegaskan komitmennya untuk menghadirkan perhelatan yang lebih meriah, lebih tertata, dan lebih berdampak bagi masyarakat.

Salah satu tokoh yang turut menegaskan kesiapan panitia adalah H. Hamzah, ketua Komisi B yang menyampaikan bahwa waktu persiapan yang tersisa kini hanya sekitar tiga minggu, sehingga seluruh unsur kepanitiaan harus bergerak cepat dan solid agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan maksimal.

“Kami mengadakan rapat Lebaran Depok karena waktu kita tinggal sekitar tiga minggu untuk mempersiapkan seluruh rangkaian acara. Karena itu, seluruh panitia harus benar-benar kompak dan bergerak cepat agar pelaksanaan tahun ini lebih baik dan lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Hamzah

Hamzah menjelaskan, Lebaran Depok 2026 akan mengusung tema “Depok Kota Kita”, sebuah tema yang menurutnya lahir langsung dari gagasan Wali Kota Depok, Supian Suri, sebagai bentuk penguatan identitas lokal yang dikemas dalam semangat kebersamaan, budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, tema tersebut menjadi representasi dari wajah Depok sebagai kota yang tumbuh dengan keberagaman budaya, semangat kreatif, serta kekuatan masyarakat lokal.

“Tema Lebaran Depok tahun ini adalah ‘Depok Kota Kita’. Tema ini langsung diberikan oleh Pak Wali Kota, Pak Supian Suri, dan menjadi semangat utama kita dalam menyelenggarakan acara tahun ini,” kata Hamzah.

Hamzah memaparkan, rangkaian Lebaran Depok 2026 akan dimulai pada 5 Mei 2026, dengan kegiatan pembuka yang dilaksanakan secara serentak di tiga kecamatan, yakni Tapos, Cipayung, dan Sawangan.

Di tiga titik tersebut, masyarakat akan disuguhkan berbagai kegiatan khas budaya lokal, seperti ngubek empang dan ngaduk dodol, yang dipadukan dengan bazar UMKM, pentas seni budaya, dan panggung hiburan rakyat.

“Tanggal 5 Mei nanti ada kegiatan ngubek empang dan ngaduk dodol di tiga lokasi, yaitu Kecamatan Tapos, Kecamatan Cipayung, dan Kecamatan Sawangan. Semuanya akan diisi oleh UMKM, pentas seni budaya, dan hiburan untuk masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu titik yang dipastikan akan ramai adalah wilayah Tapos, yang direncanakan akan menghadirkan penampilan dari Family’s Group untuk menambah semarak acara pembuka.

Setelah pembukaan di tingkat kecamatan, rangkaian utama kegiatan akan dipusatkan di kawasan Alun-Alun GDC Timur mulai 6 Mei 2026.

Di lokasi ini, panitia menyiapkan beragam atraksi budaya, hiburan, hingga ruang promosi ekonomi rakyat yang akan berlangsung selama beberapa hari hingga puncak acara pada 9 Mei 2026.

Hamzah mengatakan, selama pelaksanaan di Alun-Alun GDC, masyarakat akan disuguhi bazar UMKM, parade budaya, pertunjukan seni tradisional, musik, lomba-lomba, hingga berbagai hiburan keluarga.

“Mulai tanggal 6 Mei kita berada di Alun-Alun Timur GDC. Di sana akan ada bazar UMKM, pertunjukan seni budaya, kreasi-kreasi komunitas, hiburan rakyat, dan rangkaian acara sampai puncaknya pada tanggal 9 Mei,” tuturnya.

Salah satu hal yang akan menjadi sorotan dalam Lebaran Depok 2026 adalah penguatan konsep budaya Nusantara. Hamzah menyebut, hal itu sangat relevan dengan karakter Kota Depok yang dihuni masyarakat dari beragam latar belakang budaya dan etnis.

Karena itu, panitia ingin menjadikan Lebaran Depok bukan hanya sebagai perayaan lokal, tetapi juga sebagai panggung kebhinekaan yang merepresentasikan wajah sosial Kota Depok hari ini.

“Di puncak acara nanti akan ada pawai budaya Nusantara. Karena orang Depok hari ini bukan hanya orang Betawi dan Sunda, tetapi juga ada warga dari Jawa, Batak, Sumatera, dan berbagai daerah lainnya. Jadi semangatnya adalah keberagaman budaya yang hidup di Depok,” ujar Hamzah.

Di sektor ekonomi kerakyatan, panitia juga memberi perhatian serius terhadap keterlibatan UMKM lokal. Hamzah menyampaikan bahwa jumlah peserta UMKM akan dibatasi agar kegiatan lebih tertata dan pelaku usaha yang terlibat benar-benar mendapatkan dampak ekonomi yang optimal.

Menurutnya, panitia menargetkan sekitar 200 UMKM untuk ambil bagian, dengan prioritas bagi pelaku usaha binaan dari DKUM, Dekranasda, Diskop UKM, serta tetap membuka ruang bagi UMKM umum di Kota Depok.

“Kita batasi jumlah UMKM yang ikut, hanya sekitar 200 UMKM. Prioritasnya adalah UMKM binaan pemerintah, tetapi tetap terbuka juga untuk UMKM umum di Kota Depok. Harapannya, dagangan mereka laku dan benar-benar mendapatkan manfaat dari acara ini,” tegasnya.

Tak hanya UMKM, Lebaran Depok 2026 juga akan menjadi panggung besar bagi para pelaku seni dan budaya lokal. Hamzah mengungkapkan bahwa panitia telah menyiapkan keterlibatan puluhan sanggar seni dan komunitas budaya untuk tampil dalam berbagai sesi acara.

“Kurang lebih ada hampir 60 sanggar seni yang akan terlibat. Mereka akan menampilkan berbagai pertunjukan budaya dan kreativitas khas masyarakat Depok,” katanya.

Beragam pertunjukan yang akan ditampilkan di antaranya lenong, gambang kromong, marawis, parade seni tradisional, hingga opera budaya yang akan dibawakan oleh Dewan Kesenian Kota Depok.

Salah satu penampilan yang disiapkan adalah opera bertema Prabu Siliwangi, yang akan menjadi salah satu daya tarik budaya dalam rangkaian acara tahun ini.

Untuk menarik antusiasme masyarakat yang lebih luas, panitia juga menyiapkan panggung hiburan besar pada malam penutupan. Hamzah menyebut bahwa pada puncak acara nanti, masyarakat akan dihibur oleh penampilan Wali Band dan pertunjukan el Corona yang diperkirakan akan menyedot perhatian warga dari berbagai wilayah di Depok.

“Penutupan nanti kita tampilkan Wali Band dan juga el corona, supaya seluruh masyarakat Depok bisa datang dan menikmati kemeriahan Lebaran Depok tahun ini,” ungkapnya.

Selain itu, setiap hari panitia juga akan membagikan doorprize kepada masyarakat sebagai bentuk partisipasi dan penyemarak kegiatan.

Dalam upaya mendorong partisipasi masyarakat secara lebih luas, panitia juga menyiapkan skema pembagian kupon doorprize melalui lingkungan RT.

Hamzah mengatakan, setiap RT nantinya akan mendapatkan kupon yang dapat dibagikan kepada warga agar mereka ikut meramaikan dan menjadi bagian dari seluruh rangkaian kegiatan Lebaran Depok 2026.

“Setiap hari akan ada doorprize, dan kuponnya nanti akan dibagikan melalui RT untuk masyarakat. Jadi kita ingin seluruh warga Depok benar-benar ikut merasakan kemeriahan acara ini,” ujarnya.

Hamzah menegaskan, panitia tahun ini memiliki tekad kuat untuk menjadikan Lebaran Depok 2026 sebagai salah satu perhelatan budaya terbaik yang pernah digelar di Kota Depok.

Bukan hanya meriah secara acara, tetapi juga berdampak secara ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat.

“Kita punya tekad supaya Lebaran Depok tahun ini benar-benar lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya. Bukan hanya soal hiburan, tetapi juga bagaimana budaya hidup, UMKM bergerak, dan masyarakat merasa memiliki acara ini,” pungkasnya. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *