Pradi Supriatna: Silaturahmi Keluarga Harus Jadi Kekuatan Sosial, Infrastruktur Depok Akan Jadi Prioritas

IMG-20260405-WA0007

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Pradi Supriatna, menegaskan bahwa momentum halal bihalal dan haul keluarga besar bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang penting untuk memperkuat ukhuwah, persaudaraan, dan kebersamaan sosial di tengah masyarakat.

Hal itu disampaikan Pradi saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Haul Kumpi H. Japat bin Sian serta Kumpi Hj. Aisyah binti Tiran di Masjid Jami Nurul Mukmin, Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (5/4/2026).

Dalam sambutannya, Pradi mengaku bersyukur bisa hadir di tengah keluarga besar dan masyarakat dalam suasana Syawal yang penuh keberkahan. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam tradisi silaturahmi seperti ini merupakan kekuatan sosial yang harus terus dijaga.

“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT. Hari ini kita diberikan nikmat yang luar biasa, bukan hanya nikmat iman, Islam, dan kesehatan, tetapi juga nikmat bisa bertemu dalam silaturahmi yang penuh keberkahan,” ujar Pradi Supriatna.

Ia menilai, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam satu ruang kebersamaan menunjukkan bahwa nilai persaudaraan masih menjadi fondasi penting dalam kehidupan sosial masyarakat Depok.

Menurut Pradi, di tengah perbedaan latar belakang, profesi, bahkan warna politik, masyarakat tetap harus mengedepankan persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

“Yang paling penting hari ini adalah kita hadir dengan niat yang sama, yaitu menjaga ukhuwah, menjaga persaudaraan, dan memperkuat kebersamaan di antara kita. Itu yang harus terus dijaga,” tegasnya.

Dalam suasana yang akrab dan penuh canda, Pradi juga menyinggung bahwa perbedaan pilihan politik atau posisi jabatan tidak seharusnya menjadi sekat di tengah masyarakat.

Ia justru melihat keberagaman yang hadir dalam acara tersebut sebagai kekuatan yang memperlihatkan bahwa masyarakat dan tokoh-tokoh di Depok tetap bisa duduk bersama dalam semangat persaudaraan.

“Boleh berbeda partai, boleh berbeda jalan perjuangan, tapi ketika bicara silaturahmi, kebersamaan, dan masyarakat, semuanya harus tetap bersatu. Itu yang paling penting,” ungkapnya.

Pradi menambahkan, tradisi halal bihalal dan haul seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana hubungan kekeluargaan dan sosial tetap bisa dijaga di atas berbagai dinamika kehidupan.

Selain menyampaikan pesan kebersamaan, Pradi juga menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap pembangunan di Kota Depok, khususnya dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Ia menegaskan bahwa perbaikan jalan dan infrastruktur wilayah menjadi salah satu fokus yang akan terus didorong di tingkat provinsi, termasuk untuk wilayah Depok.

“Konsentrasi kita ke depan salah satunya adalah infrastruktur, terutama perbaikan jalan-jalan. Insya Allah, tahun 2027 perhatian pembangunan itu juga akan semakin masuk ke wilayah Depok,” kata Pradi.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui sinergi konkret antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia mencontohkan bahwa beberapa kebutuhan pembangunan di Depok dapat didorong melalui pola kolaborasi, seperti penyediaan lahan oleh pemerintah kota dan pembangunan fisik oleh pemerintah provinsi.

“Kalau ada kebutuhan sekolah, underpass, atau infrastruktur lainnya, maka harus ada kerja sama konkret. Misalnya, lahannya disiapkan pemerintah kota, lalu pembangunannya didorong oleh provinsi. Pola seperti itu yang harus terus diperkuat,” jelasnya.

Pradi juga menaruh perhatian pada sektor pendidikan, terutama kebutuhan sarana pendidikan di wilayah-wilayah yang pertumbuhannya cepat namun belum sepenuhnya terjangkau fasilitas sekolah negeri.

Ia menyebut, komunikasi dengan pemerintah provinsi dan dinas terkait terus dilakukan agar ada keadilan pembangunan, termasuk dalam penyediaan akses pendidikan yang lebih merata.

“Kalau ada wilayah yang kebutuhannya tinggi tetapi belum ada sekolah, tentu itu harus kita dorong. Yang penting ada sinergi, ada lahan, dan ada komitmen bersama untuk membangun,” ujarnya.

Menurut Pradi, kebutuhan pendidikan tidak bisa ditunda karena menyangkut masa depan generasi muda. Karena itu, kerja sama lintas level pemerintahan harus terus diperkuat agar solusi yang dihadirkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Pradi juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan para pemimpin agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelapangan dalam menjalankan amanah.

Ia menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak lepas dari dukungan, kolaborasi, dan doa dari masyarakat.

“Mari kita doakan yang baik-baik untuk para pemimpin kita, mulai dari presiden, gubernur, hingga wali kota. Semoga semuanya diberi kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan amanah untuk rakyat,” tuturnya.

Bagi Pradi, menjaga persatuan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat sama pentingnya dengan membangun fisik wilayah. Karena itu, ia berharap momentum silaturahmi seperti halal bihalal dan haul keluarga besar terus dipertahankan sebagai bagian dari kekuatan sosial masyarakat Depok.

“Kebersamaan ini jangan hanya ada saat acara seperti ini saja, tapi harus terus hidup dalam kehidupan sehari-hari. Karena dari situlah kekuatan masyarakat dibangun,” pungkasnya. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *