Rumah Warga Roboh, Edi Masturo Minta Pemkot Depok Grecep

IMG-20250926-WA0008

Depok,fokuskota.com – Ketua Partai Fraksi Gerindra Kota Depok Edi Masturo pada Kamis sore di RT 01 RW 19 Kelurahan Rangkapan jaya, Kecamatan Pancoran mas meninjau secara langsung rumah warga yang roboh.

Pada kesempatan tersebut dirinya meminta kepada pemerintah Kota Depok untuk dapat segera turun langsung dengan memberikan bantuan.

“Pemerintah harus cepat hadir. Keterlambatan intervensi hanya memperpanjang penderitaan warga,” tegas Edi pada Jumat (26/9).

Dirinya mengatakan bahwa kejadian rumah roboh harus menjadi perhatian khusus semua pihak,terutama RT maupun RW setempat pasalnya mereka lah ujung tombak dari pemerintah kota karena menurutnya program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) harus dapat mendeteksi lebih awal sebelum kejadian.

“Rendahnya realisasi bantuan, baik dari sisi anggaran maupun pelaksanaan, membuat banyak warga miskin tetap tinggal di rumah yang rawan roboh. RTLH seharusnya menjadi benteng pertama, bukan sekadar angka dalam laporan,” ujarnya.

Selain itu, Edi menilai peran RT dan RW masih lemah dalam perlindungan sosial. Ia menekankan, pengurus lingkungan tidak boleh hanya menjadi perpanjangan birokrasi administratif, melainkan aktif mendata hunian rawan roboh serta mendesak intervensi cepat dari dinas terkait.

“Jangan menunggu bencana, lakukan pendataan dini dan koordinasi lintas instansi,” tambahnya.
Edi mendorong agar program perbaikan rumah rakyat disertai mekanisme pengawasan publik. Transparansi alokasi anggaran, kriteria penerima manfaat, hingga kecepatan realisasi disebut sebagai kunci agar bantuan tidak terjebak dalam politisasi. Pemkot harus membuka data penerima RTLH secara berkala agar masyarakat bisa ikut mengawasi.

Selain bantuan darurat, Edi menekankan pentingnya langkah preventif. Pemkot diminta menggandeng akademisi, aktivis perumahan, dan lembaga teknis untuk melakukan audit struktural terhadap rumah-rumah yang berpotensi membahayakan penghuninya.

“Kita perlu basis data yang akurat agar kebijakan tidak hanya tambal sulam, tetapi menyelesaikan akar masalah,” tandasnya.

Lebih lanjut, Edi mengatakan insiden ini juga mencerminkan ketimpangan pembangunan kota. Di satu sisi, Depok gencar membangun apartemen dan kawasan komersial, namun di sisi lain hunian rakyat miskin terabaikan.

“Ketika kota sibuk membangun pusat perbelanjaan, jangan lupakan warga yang bahkan tidak memiliki atap layak,” kritiknya.(yopi)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *