DEPOK | FOKUSKOTA .com – Peta persaingan Musyawarah Kota (Mukota) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Depok periode 2026–2031 berubah drastis. Rudi Malau, yang sebelumnya digadang-gadang menjadi kandidat kuat dari kalangan jasa konstruksi, resmi memutuskan tidak mengambil formulir pendaftaran dan mengundurkan diri dari proses pencalonan Ketua Kadin Kota Depok.
Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh perwakilan sejumlah asosiasi jasa konstruksi, di antaranya GAPENSI, GABPEKSINDO, ASKONAS,ASPEKNAS,GAPEKNAS dalam konferensi pers di Depok, Kamis (6/8/2026).
Mewakili Rudi Malau, Andi dari GAPENSI menjelaskan keputusan itu diambil setelah melalui koordinasi intensif dengan jajaran Kadin Jawa Barat serta berbagai pihak terkait demi menjaga kondusivitas iklim usaha di Kota Depok.
“Dengan berbagai pertimbangan dan melihat situasi Kota Depok ke depan yang harus tetap kondusif, baik dari sisi investasi maupun jasa konstruksi, kami menyampaikan bahwa Bang Rudi Malau tidak akan mengambil formulir dan tidak mengikuti proses pencalonan Ketua Kadin Kota Depok periode 2026–2031,” ujar Andi.
Menurutnya, keputusan tersebut sama sekali bukan karena adanya tekanan dari pihak tertentu, melainkan hasil komunikasi dan kesepahaman bersama agar proses regenerasi kepemimpinan Kadin berjalan baik.
Ia juga mengungkapkan bahwa tahapan pencalonan kini telah memasuki proses verifikasi administrasi sehingga peluang pembukaan kembali pendaftaran sudah tertutup.
Dalam kesempatan yang sama, Andi mengungkapkan besarnya biaya yang harus disiapkan seorang calon Ketua Kadin.
Ia menyebutkan, setiap kandidat diwajibkan menyiapkan dana sekitar Rp390 juta, terdiri dari biaya pendaftaran Rp50 juta dan kontribusi organisasi sebesar Rp340 juta sesuai hasil rapat di Bandung.
“Kalau seseorang berani mengeluarkan investasi sebesar itu untuk menjadi Ketua Kadin, maka publik tentu berharap dia mampu membawa investasi yang jauh lebih besar masuk ke Kota Depok,” katanya.
Dengan mundurnya Rudi Malau, asosiasi jasa konstruksi menyatakan dukungan penuh kepada calon tunggal Ketua Kadin Kota Depok, dr. Karlina.
Namun dukungan tersebut dibarengi sejumlah harapan besar agar kepemimpinan baru mampu mengubah wajah Kadin menjadi organisasi yang benar-benar menjadi rumah bagi seluruh pelaku usaha.
Perwakilan GABPEKSINDO bang indra menilai selama bertahun-tahun Kadin belum maksimal menjalankan fungsi pembinaan terhadap pelaku usaha, khususnya sektor jasa konstruksi.
“Kami ingin Kadin ke depan bukan sekadar organisasi seremonial. Ketua Kadin harus mampu menghadirkan investasi, membuka peluang usaha, membina pengusaha lokal, dan memperjuangkan anggota agar berkembang,” tegasnya.
Ia bahkan menyebut selama puluhan tahun asosiasi jasa konstruksi merasa belum memperoleh ruang pembinaan yang memadai.
Dalam forum tersebut, asosiasi jasa konstruksi juga menyinggung sulitnya memperoleh ruang komunikasi dengan pemerintah daerah.
Mereka mengaku pernah mengajukan audiensi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, namun hanya diarahkan kepada bidang teknis tanpa dapat bertemu langsung dengan pimpinan dinas.
Kondisi itu dinilai menjadi salah satu hambatan dalam membangun sinergi antara pemerintah dan pelaku jasa konstruksi.
Selain persoalan pembinaan, para pengusaha juga mengusulkan agar Kadin Kota Depok segera memiliki kantor permanen.
Menurut mereka, hingga memasuki beberapa periode kepengurusan, Kadin Depok belum memiliki kantor representatif yang dapat menjadi pusat aktivitas seluruh asosiasi usaha.
“Kami berharap kepemimpinan baru bisa memperjuangkan kantor Kadin yang permanen. Jangan sampai semua asosiasi terus berpindah-pindah. Kadin harus punya rumah bersama untuk seluruh pelaku usaha di Kota Depok,” ujar salah seorang perwakilan asosiasi.
Asosiasi jasa konstruksi menegaskan, dukungan kepada dr. Karlina bukan sekadar mendukung calon tunggal, tetapi menjadi bentuk harapan agar Kadin benar-benar menjalankan fungsi sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Mereka berharap kepemimpinan baru mampu menghadirkan investasi baru, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, memperluas kesempatan bagi UMKM dan jasa konstruksi lokal, serta menjadikan Kadin sebagai organisasi yang profesional, inklusif, dan menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha di Kota Depok.
Dengan mundurnya Rudi Malau, kontestasi Mukota Kadin Kota Depok praktis mengerucut pada satu nama. Kini perhatian publik tertuju pada proses verifikasi panitia serta langkah dr. Karlina dalam menjawab ekspektasi besar dunia usaha terhadap masa depan Kadin Kota Depok.(Ht)








