Reses di Rangkapan Jaya, Warga Desak SD Negeri dan Puskesmas: Edi Masturo Siap Kawal Prioritas Pembangunan

IMG-20260201-WA0004

DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Depok, Edi Masturo, di RW 02 Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Minggu (1/2/2026), mengungkap kebutuhan mendesak masyarakat yang melampaui kemampuan pembiayaan dana RW. Aspirasi warga dari Rangkapan Jaya, Rangkapan Jaya Baru, dan Mampang didominasi permintaan pembangunan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan dasar.

Dalam forum dialog tersebut, warga menilai dana RW sebesar Rp300 juta per tahun belum cukup untuk menjawab kebutuhan infrastruktur berskala besar. Selama ini anggaran lebih banyak terserap untuk perbaikan jalan lingkungan dan drainase, sementara kebutuhan strategis seperti sekolah negeri dan puskesmas masih belum terpenuhi.

Edi Masturo, yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Depok, menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan warga merupakan kebutuhan publik yang menjadi tanggung jawab pemerintah kota.

“Dana RW sangat bermanfaat untuk lingkungan, tetapi pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan memang harus ditangani di level kota. Ini yang akan kami dorong agar masuk prioritas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Edi juga menyampaikan kabar baik terkait peresmian Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 02 Pancoran Mas yang disambut antusias warga. Sekolah tersebut diharapkan mulai menerima siswa baru pada tahun ajaran berjalan.

Meski demikian, ia mengakui persoalan utama yang terus disuarakan masyarakat adalah ketiadaan Sekolah Dasar Negeri di Rangkapan Jaya. Kondisi ini memaksa anak-anak bersekolah ke wilayah lain, menambah beban biaya dan jarak tempuh keluarga.

“Sejak Depok berdiri, wilayah ini belum punya SD negeri. Ini bukan sekadar aspirasi, tapi kebutuhan dasar,” tegasnya.

Keluhan serupa muncul di sektor kesehatan. Warga menginginkan pembangunan puskesmas agar layanan kesehatan primer dapat diakses lebih cepat, terutama dalam situasi darurat.

Sebagai anggota Komisi A yang membidangi pemerintahan dan pelayanan publik, Edi memastikan aspirasi tersebut akan dikawal dalam pembahasan perencanaan pembangunan daerah.

“Pemerintah harus hadir di kebutuhan paling dasar: pendidikan dan kesehatan. Saya akan terus perjuangkan agar Rangkapan Jaya mendapatkan perhatian yang adil,” katanya.

Reses berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif warga. Pertemuan itu menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur lingkungan, tetapi juga pemerataan layanan publik agar seluruh wilayah merasakan manfaat yang setara.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *