DEPOK | FOKUSKOTA.NET – Kegiatan reses Anggota DPRD Kota Depok, Hj. Qonita Lutfiyah, di Kecamatan Bojongsari menjadi bukti bahwa penyerapan aspirasi tidak berhenti pada dialog semata. Dalam agenda yang berlangsung di Kelurahan Duren Seribu dan Bojongsari Lama, Jumat (30/1/2026), berbagai kebutuhan warga langsung dijawab melalui bantuan konkret yang menyasar sektor pangan, hunian, hingga infrastruktur lingkungan.
Reses yang digelar di RW 1, RW 2, dan RW 3 Duren Seribu itu dipadati warga yang menyampaikan persoalan mendasar kehidupan sehari-hari. Isu ketahanan pangan rumah tangga menjadi salah satu sorotan utama. Menanggapi hal tersebut, Qonita menyalurkan 400 bibit cabai sebagai langkah mendorong kemandirian pangan berbasis keluarga.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan rumah dapat menjadi solusi sederhana namun strategis untuk menekan pengeluaran sekaligus membuka peluang ekonomi.
“Ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari skala besar. Dari halaman rumah pun kita bisa membangun kemandirian. Kalau warga bisa menanam sendiri, setidaknya kebutuhan dapur lebih terjamin,” ujarnya.
Selain sektor pangan, persoalan kelayakan dapur warga turut menjadi perhatian. Sejumlah rumah dinilai memiliki dapur yang kurang sehat dan tidak memenuhi standar kebersihan. Aspirasi tersebut diwujudkan melalui program renovasi dapur di RW 8 Duren Seribu.
Qonita menilai dapur yang layak bukan hanya soal kenyamanan, melainkan menyangkut kesehatan keluarga dalam jangka panjang.
“Lingkungan memasak yang bersih berpengaruh langsung pada kualitas hidup keluarga. Ini investasi kesehatan,” katanya.
Di sisi infrastruktur, warga mengeluhkan kondisi jalan lingkungan yang rusak dan menghambat aktivitas. Melalui reses tersebut, dilakukan pengecoran dan pengaspalan jalan di beberapa titik wilayah Duren Seribu. Perbaikan ini diharapkan memperlancar mobilitas warga serta mendukung kegiatan ekonomi lokal.
Tak hanya infrastruktur fisik, kebutuhan sosial kemasyarakatan juga mendapat perhatian. Qonita menyerahkan bantuan perangkat 5 sound system untuk menunjang kegiatan warga, baik keagamaan, sosial, maupun forum lingkungan. Bantuan tersebut disalurkan untuk Duren Seribu dan Bojongsari Lama sebagai fasilitas bersama.
Ia menegaskan seluruh bantuan yang diberikan merupakan hasil pemetaan kebutuhan lapangan yang disampaikan langsung oleh masyarakat.
“Reses harus menghasilkan solusi. Aspirasi warga kami pilah berdasarkan urgensi agar manfaatnya bisa langsung dirasakan,” tegasnya.
Qonita juga mengajak warga terus aktif menyampaikan kebutuhan lingkungan agar pembangunan berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kegiatan reses disambut antusias masyarakat Bojongsari. Warga menilai pendekatan yang dilakukan tidak hanya mendengar keluhan, tetapi langsung menghadirkan langkah nyata. Mereka berharap pola kerja seperti ini terus berlanjut demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas lingkungan secara bertahap.(,ht)








