DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Kelompok Kerja Media Center DPRD Kota Depok menggelar rapat kerja (raker) tahunan di kawasan Situ Cileunca, Bandung, pada Sabtu (20/12). Kegiatan ini berperan sebagai forum strategis untuk mengevaluasi kinerja satu tahun terakhir dan merumuskan arah kebijakan ke depan di tengah tuntutan keterbukaan informasi publik yang semakin tinggi.
Seluruh anggota, koordinator, dan pengurus media center menghadiri raker yang diselenggarakan sebagai respons terhadap dinamika kerja media legislatif yang kian kompleks. Arus informasi yang cepat, ekspektasi transparansi pemerintah, dan tantangan profesionalisme menjadi latar belakang perlunya penataan ulang sistem kerja Media Center.
Pada agenda awal, peserta membahas capaian, hambatan, dan persoalan teknis-substantif tugas jurnalistik yang berorientasi pada kepentingan publik, bukan hanya rutinitas peliputan kelembagaan. Kordinator Media Center DPRD Depok, Yopi Setiabudi, menegaskan bahwa raker merupakan momentum untuk memperbaiki pola kerja dan memperkuat komitmen bersama.
“Raker ini adalah raker pertama di era Supian-Chandra. Kita bangun fondasi kerja untuk ke depan. Yang terpenting adalah menjaga kekompakan, keharmonisan, dan profesionalisme,” ujar Yopi.
Dalam raker juga disepakati revisi ruang lingkup tugas wartawan: selain meliput DPRD, mereka juga akan mencakup Pemerintah Kota Depok, kelembagaan pemkot, instansi vertikal, dan mitra strategis pembangunan.
Salah satu keputusan strategis adalah rencana pemberian jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk anggota media. Program ini dirancang sebagai perlindungan kerja mengingat risiko tugas jurnalistik, dengan pembiayaan bersumber dari kas internal yang dihimpun melalui iuran bulanan anggota.
“Kita ingin rekan-rekan media bekerja dengan aman dan tenang. Perlindungan kerja adalah bentuk kepedulian terhadap profesionalisme,” tegas Yopi.
Selain itu, raker juga membahas strategi jangka panjang untuk penguatan kemandirian ekonomi media. Pokja akan membangun kerja sama antarmedia untuk menciptakan peluang usaha bersama, seperti penyediaan tenaga pendukung, jasa percetakan, teknik sipil, dan event organizer – mengandalkan company profile yang sudah ada dan kompetensi masing-masing anggota.
“Peluang itu sudah ada. Tinggal bagaimana kita mau bergerak bersama dan saling menguatkan,” katanya.
Isu komunikasi dan kemitraan juga menjadi fokus utama. Media Center dipandang sebagai penghubung antara DPRD, pemkot, dan masyarakat, sehingga kemampuan membangun hubungan konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi bagian integral tugasnya.
Semua pembahasan kemudian dirumuskan menjadi rekomendasi untuk program kerja 2026, yang difokuskan pada peningkatan profesionalisme, sistem kerja terukur, kemandirian ekonomi, dan keterbukaan informasi publik yang transparan.
Melalui raker ini, Media Center Depok menegaskan komitmen untuk menjadi instrumen penting dalam menjaga kepercayaan publik dan mendukung akuntabilitas lembaga pemerintah. (Ht)








