PKB Gelar Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya di Depok, Dorong Pengembangan Tradisi dengan Sentuhan Digital

Oplus_131072

DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar acara “Dewan Menyapa Warga Berbasis Budaya” bersama M. Faizin, S.E., Anggota DPRD Jabar Fraksi PKB Dapil Jabar VIII (Depok-Bekasi) di tanah baru beji Kota Depok pada Jumat (5/12/2025) Acara yang dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat termasuk Ketua RW 11, Ketua Fraksi PKB Kota Depok Pak Siswanto, seluruh Ketua RT, LPM, Karang Taruna, dan seniman budaya bertujuan untuk menguatkan akar budaya lokal dan menjadikannya relevan dengan zaman modern.

Dalam sambutannya, M. Faizin membuka dengan doa dan menyampaikan kebanggaan atas kehadiran semua pihak. Dia menekankan bahwa acara “Berbasis Budaya” yang diadakan ini diharapkan bermanfaat untuk mengembangkan budaya lokal Depok, yang menurutnya telah lama tidak menjadi prioritas program pemerintah.

“Budaya adalah akar dari kehidupan warga masyarakat. Orang yang terlepas dari akar budaya akan kehilangan jati dirinya,itu adalah sakit yang sesungguhnya,” ujarnya.

Faizin juga menjelaskan bahwa acara ini adalah bagian dari program baru Provinsi Jawa Barat yang diselenggarakan setiap tiga bulan, selaras dengan semangat Gubernur Jawa Barat Pak Dedi Mulyadi yang memiliki komitmen kuat di bidang budaya.

Dia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada budaya, tetapi juga mengkombinasikan elemen pendidikan demokrasi, dengan harapan agar program pemerintah lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam konteks agama dan budaya, Faizin mengutip Kaidah Fiqih Al-Muhafazatu ala al-qadir al-salih yang mengajarkan untuk memelihara hal-hal baik yang terdahulu, termasuk tradisi budaya.

Dia mengutip contoh para Walisongo yang menggunakan budaya sebagai alat penyebaran agama tanpa mengintimidasi, seperti melalui wayang kulit, wayang Betawi, dan acara tahlil Yasin yang merupakan akulturasi antara tradisi lama dan ajaran agama.

Acara juga menyentuh tentang peran Walikota Depok baru yang diharapkan memiliki komitmen kuat dalam memajukan budaya lokal. Faizin menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah kota, provinsi, dan daerah dalam membangun pusat-pusat budaya di setiap kelurahan, sehingga budaya Depok tidak tertinggal dan bahkan bisa dikenal secara internasional.

Salah satu poin penting yang disampaikan adalah dorongan untuk mengkombinasikan budaya tradisi dengan teknologi digital. Faizin menyatakan bahwa di era sosial media, seniman dan sanggar budaya harus tidak hanya tampil secara offline, tetapi juga melakukan live acara di platform seperti YouTube dan TikTok.

“Dunia digital tidak mengenal waktu dan ruang – kita bisa menayangkan atraksi budaya 24 jam sehari dan menjadikannya konten yang viral. Ini bukan hanya untuk mempromosikan budaya, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi seniman,” jelasnya.

Dia memberikan contoh bahwa konten budaya yang dipotong menjadi clipper (potongan video singkat) bisa mendapatkan jutaan penonton dan menghasilkan pendapatan dari sponsor atau iklan. Bahkan, dia menawarkan bantuan konsultasi digital marketing melalui sahabatnya Bobby yang ahli di bidang tersebut, untuk membantu sanggar dan seniman membangun saluran digital yang efektif.

Di akhir sambutannya, Faizin mengajak seluruh hadirin dan teman-teman media untuk ramaikan dan mendorong pengembangan budaya Depok, agar tetap hidup dan berkembang sesuai dengan zamannya. Dia juga menantikan penampilan budaya lokal di platform digital dan berharap bahwa upaya ini akan menghasilkan dampak positif bagi regenerasi pemuda dan pemberdayaan ekonomi seniman.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam acara ini menunjukkan dukungan yang kuat terhadap upaya memelihara dan mengembangkan budaya lokal. Semoga program ini bisa terus berlanjut dan menjadi tonggak penting dalam membangun jati diri masyarakat Depok yang kental akan nilai-nilai budaya tutupnya (hetti)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *