Ngabuburit Penuh Makna, Jiacep Hidupkan Gerakan Tadarus di Musolah Al Azhari

IMG-20260219-WA0007

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Suasana menjelang berbuka puasa di kawasan Jalan Cemara 35 kini terasa berbeda. Setiap sore pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari Musolah Al Azhari melalui program tadarus gratis yang terbuka untuk masyarakat umum.

Kegiatan yang digagas oleh Ghama Semesta Quranic School ini menjadi ruang pembinaan keagamaan sekaligus wadah mempererat kebersamaan warga selama Ramadan. Tanpa dipungut biaya, siapa pun dapat hadir untuk belajar dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an dalam suasana yang hangat dan membimbing.

Tokoh masyarakat, Jiacep, menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar rutinitas musiman. Ia menyebut kegiatan ini sebagai langkah awal memperkenalkan sistem pembinaan yang akan diterapkan di Pesantren Ghama Semesta.

“Ini adalah bagian dari soft launching aktivitas pesantren. Kami ingin masyarakat melihat langsung pola pembelajaran yang akan kami bangun, mulai dari pembenahan tajwid, pemahaman makna ayat, hingga pembentukan akhlak Qurani,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, konsep terbuka untuk umum sengaja dihadirkan agar warga bisa merasakan manfaatnya secara langsung. Ia ingin menghadirkan suasana belajar yang inklusif, ramah, dan dapat diikuti berbagai kalangan tanpa memandang usia maupun latar belakang pendidikan.

“Belajar Al-Qur’an itu harus terasa mudah dan menyenangkan. Ramadan adalah momentum terbaik untuk memulai perubahan diri melalui kegiatan yang menenangkan hati dan bernilai pahala,” kata Jiacep.

Program tadarus ini dipandu oleh Ustad Abd Azid yang membimbing peserta dalam pelafalan huruf, penerapan tajwid, hingga pemahaman sederhana kandungan ayat. Pendekatan yang digunakan bersifat komunikatif sehingga peserta tidak hanya membaca, tetapi juga memahami pesan Al-Qur’an secara bertahap.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia turut menyediakan takjil gratis bagi peserta yang mengikuti kegiatan hingga waktu berbuka. Hal ini semakin memperkuat semangat kebersamaan dan berbagi di bulan suci.

Jiacep menambahkan, pada tahun 2026 Pesantren Ghama Semesta siap membuka pendaftaran santri baru dengan konsep pembinaan terpadu berbasis Al-Qur’an. Melalui program tadarus ini, masyarakat dapat melihat gambaran nyata metode pengajaran yang akan diterapkan.

Ia berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi lingkungan lain untuk menghidupkan budaya membaca Al-Qur’an di setiap sudut kota.

“Jika majelis Al-Qur’an tumbuh di berbagai lingkungan, insyaallah akan lahir generasi yang berilmu, berakhlak, dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” tutupnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *