Muscab PKB Depok Kukuhkan Konsolidasi Partai, M. Faizin Tegaskan Target 10 Kursi pada 2029

IMG-20260405-WA0000

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di The Margo Hotel, Depok, Sabtu (4/4/2026), sebagai bagian dari agenda resmi organisasi dalam menjalankan mekanisme evaluasi dan periodisasi kepengurusan lima tahunan.

Forum tersebut menjadi momentum strategis bagi PKB Kota Depok untuk menegaskan soliditas internal partai, menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, sekaligus menyusun arah perjuangan politik menuju Pemilu 2029.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPC PKB Kota Depok, M. Faizin, terlebih dahulu menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah kepada seluruh kader dan insan media, seraya memohon maaf lahir dan batin di bulan Syawal.

“Terima kasih kepada teman-teman media semuanya. Saya juga mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, selamat Hari Raya Idulfitri. Momen Syawal ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi dan konsolidasi organisasi,” ujar M. Faizin.

Menurut Faizin, Muscab merupakan bagian dari kewajiban organisasi yang harus dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Dalam forum inilah seluruh kepengurusan menyampaikan evaluasi menyeluruh atas perjalanan partai selama satu periode, sekaligus mempertanggungjawabkan seluruh program, kerja politik, dan langkah organisasi yang telah dijalankan.

“Muscab ini adalah bagian dari mekanisme organisasi. Karena periodisasi pengurus PKB itu lima tahunan, maka setiap lima tahun kami wajib menyampaikan laporan pertanggungjawaban atas seluruh kerja-kerja partai selama satu periode,” tegasnya.

Dalam Muscab tersebut, Faizin bersama Sekretaris DPC, Iwan, dan seluruh jajaran pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban (LPJ) kepemimpinan selama satu periode. Ia mengakui, perjalanan organisasi tidak lepas dari berbagai tantangan dan rintangan, namun di sisi lain juga diwarnai oleh sejumlah capaian politik yang signifikan.

Salah satu capaian paling menonjol adalah keberhasilan PKB Kota Depok meningkatkan kekuatan politiknya di legislatif. Pada Pemilu Legislatif terakhir, PKB berhasil menambah perolehan kursi di DPRD Kota Depok dari 3 kursi menjadi 5 kursi.

Selain itu, capaian politik dalam momentum Pilkada juga disebut menjadi bagian penting dari hasil kerja kolektif pengurus dan kader selama lima tahun terakhir.

“Tentu selama satu periode ini banyak tantangan, banyak rintangan, tetapi juga banyak capaian yang berhasil kita raih. Salah satunya adalah kemenangan pileg, di mana kursi PKB di DPRD Kota Depok naik dari 3 menjadi 5 kursi. Itu adalah hasil kerja keras seluruh struktur partai,” ungkap Faizin.

Hasilnya, laporan pertanggungjawaban kepengurusan DPC PKB Kota Depok diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta Muscab. Dukungan penuh datang dari para pengurus PAC se-Kota Depok, yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, serta unsur pengurus lainnya yang hadir dalam forum tersebut.

Penerimaan LPJ secara aklamasi itu menjadi penanda kuat bahwa kepemimpinan PKB Kota Depok selama satu periode dinilai berhasil menjaga konsolidasi, stabilitas organisasi, serta arah perjuangan partai.

“Alhamdulillah, laporan pertanggungjawaban kami diterima dengan baik dan secara aklamasi oleh seluruh PAC. Ini menjadi bukti bahwa kerja-kerja partai selama satu periode dapat dipertanggungjawabkan secara organisasi,” jelasnya.

Namun, Faizin menegaskan bahwa Muscab bukan hanya forum evaluasi masa lalu. Lebih dari itu, Muscab juga menjadi panggung untuk menyusun rencana kerja partai ke depan, termasuk menyiapkan langkah politik PKB Kota Depok dalam menghadapi kontestasi 2029.

Dalam rancangan kerja yang dipaparkan, PKB Kota Depok secara tegas memasang target politik yang ambisius, yakni meraih 10 kursi DPRD Kota Depok pada Pemilu 2029.

“PKB tidak hanya bicara laporan selama satu periode, tetapi juga menyiapkan langkah ke depan. Kami sudah menyusun rencana kerja menuju 2029, dan target kita jelas, yaitu 10 kursi di DPRD Kota Depok,” tegas Faizin.

Menurutnya, target tersebut bukan sekadar slogan, tetapi harus ditopang dengan strategi yang matang, penguatan struktur, kaderisasi yang serius, serta penentuan kepemimpinan yang benar-benar siap membawa PKB Kota Depok naik kelas.

Karena itu, dalam Muscab kali ini juga dibahas proses regenerasi kepemimpinan partai di tingkat kota. Faizin menjelaskan, penentuan siapa yang akan memimpin PKB Kota Depok ke depan sepenuhnya menjadi kewenangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.

DPP, kata dia, telah melakukan pemetaan terhadap kader-kader yang dinilai memiliki kapasitas dan kelayakan untuk memimpin partai ke depan. Dalam rapat pleno Muscab, disebutkan ada empat nama awal, lalu bertambah menjadi lima nama yang akan diproses lebih lanjut.

Seluruh nama tersebut nantinya akan mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang digelar oleh DPP PKB. Proses itu akan dilakukan secara berlapis dan ketat untuk memastikan sosok yang terpilih benar-benar memiliki kemampuan organisatoris, kekuatan kepemimpinan, serta kapasitas politik dalam mencapai target besar partai.

“Semua nanti akan diputuskan oleh DPP. Ada kader-kader yang sudah dipetakan, ada juga usulan dari PAC. Total ada lima nama yang akan mengikuti UKK. Nanti DPP yang akan menentukan siapa yang paling layak memimpin PKB Kota Depok ke depan,” terang Faizin.

Ia menambahkan, proses UKK tidak akan berlangsung singkat karena akan dilakukan dalam tiga tahapan. Hal itu, menurutnya, menunjukkan keseriusan DPP dalam memastikan bahwa PKB Kota Depok dipimpin oleh figur yang benar-benar siap menjawab tantangan politik ke depan.

“UKK ini akan panjang, ada tiga kali tahapan. DPP ingin memastikan bahwa PKB Kota Depok ke depan makin maju dan target-target partai bisa benar-benar tercapai,” katanya.

Meski proses regenerasi kepemimpinan telah dimulai, Faizin menegaskan bahwa hingga saat ini kepengurusan DPC PKB Kota Depok masih tetap aktif menjalankan tugas organisasi. Ia menepis anggapan bahwa Muscab otomatis membuat pengurus menjadi demisioner.

Menurutnya, sesuai aturan organisasi dan AD/ART partai, pengurus yang ada tetap menjalankan roda organisasi sampai Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru resmi diterbitkan oleh DPP PKB.

“Di PKB, per hari ini tidak ada istilah demisioner. Pengurus yang ada tetap menjalankan tugas sampai SK baru keluar dan kepengurusan baru resmi ditetapkan. Jadi kami tetap mengawal proses ini sampai selesai,” tegasnya.

Muscab PKB Kota Depok 2026 pun menjadi penegasan bahwa partai berlambang bumi dan bintang ini tengah menata langkah secara serius. Bukan hanya untuk menjaga kesinambungan organisasi, tetapi juga untuk memperkuat mesin politik, mempertegas target kemenangan, dan mempersiapkan kepemimpinan baru yang mampu membawa PKB Kota Depok menembus capaian lebih besar pada 2029.

Dengan LPJ yang diterima secara aklamasi, target 10 kursi yang dipasang secara terbuka, serta proses seleksi kepemimpinan yang ketat, PKB Kota Depok mengirimkan pesan yang jelas: konsolidasi telah dimulai, dan pertarungan menuju 2029 sudah dipanaskan dari sekarang. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *