DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Peringatan Milad ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat semangat kebangsaan melalui kerja nyata di tengah masyarakat. Hal tersebut ditegaskan Ketua DPD PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, menjelang rangkaian kegiatan milad yang akan digelar serentak pada Minggu (25/1/2026).
Peringatan milad akan dilaksanakan secara serempak di enam kecamatan, yakni Cipayung, Beji, Cimanggis, Cilodong, Sukmajaya, dan Pancoran Mas. Mengusung tema “Merawat Pertiwi”, kegiatan ini melibatkan jajaran pengurus, kader, hingga simpatisan PDI Perjuangan sebagai bentuk refleksi ideologis sekaligus pengabdian sosial kepada masyarakat.
Hj. Yuni Indriany menegaskan bahwa peringatan milad Ketua Umum tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi momentum ideologis untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme dalam tindakan nyata.
“Milad Ibu Ketua Umum adalah pengingat bagi seluruh kader bahwa ideologi tidak berhenti di slogan. Nasionalisme harus hadir di tengah rakyat, dirasakan manfaatnya, dan diwujudkan melalui kerja konkret,” ujar Hj. Yuni.
Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno dan dirawat secara konsisten oleh Megawati Soekarnoputri menjadi fondasi utama PDI Perjuangan dalam menjalankan peran politik, termasuk di tingkat daerah seperti Kota Depok.
Rangkaian kegiatan milad akan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar Megawati Soekarnoputri senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam membimbing partai. Kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran sederhana, berupa pemotongan dan pembagian tumpeng kepada kader serta warga sekitar.
“Kami ingin peringatan milad ini tetap membumi, dekat dengan rakyat, dan penuh makna kebersamaan. Inilah karakter PDI Perjuangan yang selalu diajarkan oleh Ibu Megawati kepada seluruh kader,” ungkapnya.
Tak hanya itu, PDI Perjuangan Kota Depok juga akan menggelar aksi penanaman pohon dan kegiatan bersih-bersih sungai di masing-masing wilayah. Menurut Hj. Yuni, kegiatan tersebut merupakan wujud konkret pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya keadilan sosial serta tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.
“Tema Merawat Pertiwi kami pilih karena mencintai tanah air berarti menjaga alamnya. Lingkungan yang sehat adalah hak rakyat dan menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaganya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hj. Yuni menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan milad ini juga menjadi sarana pendidikan politik dan penguatan kaderisasi, khususnya bagi generasi muda PDI Perjuangan. Menurutnya, pemahaman ideologi partai harus dibangun melalui praktik langsung di tengah masyarakat, bukan sekadar wacana.
“Kader muda harus memahami bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi soal pengabdian. Ideologi harus hidup dalam kerja nyata, bukan hanya di ruang diskusi,” ujarnya.
Dalam konteks politik daerah, Hj. Yuni menegaskan bahwa keteladanan Megawati Soekarnoputri menjadi landasan moral dan ideologis bagi PDI Perjuangan Kota Depok dalam mengawal kebijakan publik agar tetap berpihak kepada rakyat, menjaga persatuan di tengah dinamika politik, serta memperhatikan keberlanjutan pembangunan dan lingkungan hidup.
Sebagai penutup, Hj. Yuni menegaskan komitmen PDI Perjuangan Kota Depok untuk terus berada di garis perjuangan rakyat dan menjadikan Pancasila sebagai kompas utama dalam setiap langkah politik.
“PDI Perjuangan di Kota Depok tidak akan pernah menjauh dari rakyat. Kami akan terus hadir mengawal kebijakan publik agar berpihak pada wong cilik, menjaga persatuan bangsa, serta memastikan pembangunan berjalan adil dan berkelanjutan. Inilah garis perjuangan yang diajarkan Bung Karno dan ditegaskan kembali oleh Ibu Megawati kepada seluruh kader,” pungkas Hj. Yuni Indriany.(Ht)








