DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Suasana Kedai Harsya berubah menjadi ruang spiritual yang sarat makna. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema lembut, menyatu dengan doa-doa yang dipanjatkan penuh harap. Di tempat yang sehari-hari menjadi ruang usaha dan perjumpaan sosial, tersaji momen religius sebagai ungkapan syukur dan ikhtiar batin menjelang keberangkatan Alia Dindawati, pemilik sekaligus penggagas Kedai Harsya, menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah umrah.
Pengajian dan doa bersama tersebut digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah, bertempat di Kedai Harsya, Jalan Proklamasi Raya Ujung Nomor B16, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. Sekitar 50 jamaah hadir, terdiri dari karyawan, keluarga besar, serta masyarakat sekitar, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat dan penuh kekhidmatan.
Sejak awal kegiatan, nuansa religius begitu terasa. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah dan doa bersama. Setiap rangkaian diikuti jamaah dengan khusyuk, menjadikan pengajian tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi spiritual bersama.
Dalam tausiyahnya, penceramah mengingatkan tentang keutamaan ibadah umrah sebagai perjalanan ruhani yang menuntut kelurusan niat dan kesiapan hati. Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah” (QS. Al-Baqarah: 196), menjadi pengingat bahwa ibadah sejati berakar pada keikhlasan dan penghambaan total kepada Sang Khalik.
Jamaah juga diajak merenungi sabda Rasulullah SAW, “Umrah ke umrah berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya selain surga” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis tersebut meneguhkan harapan agar perjalanan ibadah yang akan dilalui tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga membuahkan perubahan batin dan kedekatan spiritual kepada Allah SWT.
Dalam sambutannya, Alia Dindawati menyampaikan rasa syukur atas dukungan dan doa yang mengalir dari para jamaah. Ia menuturkan bahwa pengajian tersebut merupakan bagian dari ikhtiar spiritual sebelum melangkah menuju Baitullah.
“Pengajian dan doa bersama ini kami laksanakan sebagai wujud syukur sekaligus persiapan batin. Saya memohon doa agar diberikan kesehatan, kelancaran, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah umrah, dan semoga Allah SWT menganugerahkan umrah yang mabrur,” ujar Alia dengan penuh haru.
Ia juga berharap, perjalanan ibadah tersebut membawa keberkahan yang lebih luas, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi Kedai Harsya serta lingkungan sekitar.
“Mudah-mudahan keberangkatan ini menjadi wasilah kebaikan, membawa keberkahan bagi usaha yang kami jalani, para karyawan, dan masyarakat sekitar,” imbuhnya.
Pengajian tersebut mencerminkan komitmen Kedai Harsya untuk menghadirkan nilai-nilai keislaman dalam setiap denyut aktivitas usaha. Lebih dari sekadar ruang ekonomi, Kedai Harsya berupaya menjadi ruang dakwah yang menumbuhkan kepedulian spiritual dan sosial.
Kebersamaan yang terjalin dalam doa dan pengajian itu menjadi perekat silaturahmi, memperkuat rasa kekeluargaan, sekaligus ruang muhasabah kolektif bagi para jamaah. Di tengah kesibukan dunia, momen tersebut menjadi pengingat pentingnya menyeimbangkan ikhtiar usaha dengan orientasi akhirat.
Diharapkan, langkah Alia Dindawati menuju Tanah Suci menjadi awal keberkahan yang berkelanjutan, menguatkan nilai spiritual dalam kehidupan pribadi dan usaha, serta menginspirasi lingkungan sekitar untuk senantiasa menautkan aktivitas sehari-hari dengan nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin. (Ht)








