Lomba Mancing Mania dan UMKM Jadi Wadah Kebersamaan Warga, Yeti Wulandari: Ekonomi Lokal Harus Naik Kelas

IMG-20260822-WA0019

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Suasana semarak menyelimuti Taman Duta RW 09, Kelurahan Cisalak, Kota Depok, Sabtu (22/8/2026). Warga mengikuti lomba mancing mania yang digelar bersamaan dengan kegiatan bazar dan penjualan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat. Ajang memancing dimanfaatkan sebagai ruang mempererat silaturahmi warga sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kota Depok,Hj. Yeti Wulandari, mengapresiasi kegiatan yang dinilainya mampu menggabungkan program kepemudaan, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan UMKM dalam satu kegiatan.

Menurut Yeti, kegiatan tersebut menjadi contoh bagaimana anggaran berbasis RW dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan aktivitas yang melibatkan masyarakat secara luas.

“Ini luar biasa. Kegiatan lomba memancing dan UMKM di lingkungan RW 09 ini mempergunakan anggaran Kelurahan berbasis RW. Dari anggaran tersebut, ada alokasi untuk kepemudaan yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang meriah dan mengikutsertakan seluruh masyarakat serta pelaku UMKM,” ujar Yeti.

Ia menilai keberadaan UMKM tidak cukup hanya didukung melalui bantuan modal. Para pelaku usaha juga membutuhkan ruang untuk memperkenalkan dan menjual produk mereka.

Karena itu, kegiatan masyarakat seperti lomba mancing, festival lingkungan, hingga berbagai agenda kepemudaan dinilai dapat menjadi salah satu sarana strategis untuk memperluas pasar UMKM.

“Kalau kita bicara UMKM, sebenarnya cakupannya sangat luas. Bagaimana UMKM ini bisa kita berdayakan? Salah satunya dengan memberikan tempat dan ruang seperti ini,” katanya.

Yeti juga mengingatkan pentingnya UMKM dalam menjaga perputaran ekonomi masyarakat. Ia menyinggung pengalaman krisis ekonomi 1998 yang menunjukkan bahwa sektor usaha kecil memiliki daya tahan dan peran besar dalam menggerakkan ekonomi.

Menurutnya, penguatan UMKM juga sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri, yang mendorong pelaku UMKM agar mampu naik kelas.

“Dari UMKM inilah nantinya perputaran produk ekonomi akan meningkat. Karena itu, UMKM harus terus kita dorong agar naik kelas,” tegasnya.

Di sisi lain, kegiatan mancing mania di kawasan Taman Duta juga memiliki makna tersendiri bagi warga. Wilayah tersebut selama ini dikenal memiliki persoalan banjir yang kerap muncul ketika hujan turun.

Ironisnya, lokasi yang digunakan untuk kegiatan memancing merupakan aliran sungai yang selama ini menjadi salah satu bagian dari persoalan genangan.

Namun, bagi Yeti, kegiatan tersebut justru memberikan ruang relaksasi bagi masyarakat sekaligus mempertemukan warga dalam suasana yang lebih cair.

“Selama ini masyarakat selalu mengalami problematika terkait banjir. Dengan kegiatan ini, setidaknya masyarakat bisa melakukan relaksasi, bertemu tetangga, bersosialisasi, dan mudah-mudahan semakin kompak,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan persoalan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial berdasarkan batas wilayah administratif. Penyelesaiannya harus melihat sistem aliran air secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

Dalam kesempatan tersebut, Yeti juga menyambangi anak di lingkungan sekitar dan menemukan adanya persoalan sosial yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Salah satunya terkait anak yang belum memiliki akses jaminan kesehatan dan tidak bersekolah. Yeti mengatakan, persoalan tersebut akan dikoordinasikan dengan pihak kelurahan dan Dinas Sosial untuk mendapatkan penanganan.

Ia juga mengaitkannya dengan program Pemerintah Kota Depok yang memberikan perhatian terhadap anak-anak penyandang disabilitas.

Menurutnya, anak-anak disabilitas perlu mendapatkan kesempatan untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan teman sebaya agar tumbuh rasa percaya diri serta tidak merasa terpinggirkan.

“Ini yang harus kita dorong. Anak-anak harus bisa bersosialisasi dengan teman-temannya sehingga tumbuh rasa percaya diri,” katanya.

Bagi Yeti, semangat kegiatan di RW 09 Taman Duta tidak berhenti pada lomba memancing atau aktivitas UMKM. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan di tingkat lingkungan dapat berjalan ketika masyarakat, pemuda, pelaku usaha, dan pemerintah bergerak bersama.

Terlebih, kegiatan digelar masih dalam suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Semangat persatuan dan gotong royong dinilai harus terasa bukan hanya dalam seremoni nasional, tetapi juga dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Persatuan dan kesatuan, Bhinneka Tunggal Ika, harus selalu tercermin sampai di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *