Lelang Kejari Depok Pecah Rekor, Dua Honda Jazz Ludes di Atas Harga Limit

IMG-20260219-WA0008

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Proses lelang dua unit mobil Honda Jazz yang dilaksanakan oleh Kejaksaan Negeri Depok bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Bogor pada Rabu (18/2/2026) berlangsung sengit dan penuh dinamika. Ratusan peserta turut ambil bagian dalam proses penawaran yang berjalan terbuka dan transparan.

Sejak awal sesi dibuka, persaingan harga langsung memanas. Para peserta aktif menaikkan penawaran hingga detik-detik akhir penutupan. Hasilnya, kedua kendaraan berhasil terjual dengan nilai jauh melampaui harga limit yang telah ditetapkan panitia.

Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti (PAPBB), Dr. Andi Tri Saputro, menyampaikan bahwa unit Honda Jazz berwarna merah menjadi primadona dalam lelang tersebut. Tercatat sebanyak 128 peserta mengikuti penawaran untuk unit ini.

“Mobil merah berhasil dimenangkan oleh M. Arfan Wijaya dengan penawaran tertinggi Rp137.440.000,” jelasnya.

Angka tersebut melonjak hingga 165,123 persen dari harga limit awal Rp51.840.000, mencerminkan ketatnya kompetisi antar peserta serta tingginya minat terhadap objek lelang.

Sementara itu, Honda Jazz berwarna hitam diikuti oleh 15 peserta. Meski jumlahnya lebih sedikit, persaingan tetap berlangsung kompetitif. Unit tersebut akhirnya dimenangkan oleh Tedy Darmawan dengan harga Rp39.095.400, atau meningkat 69,2 persen dari harga limit Rp23.095.400.

Putro menegaskan bahwa sistem lelang negara memiliki mekanisme yang ketat dan mengikat secara hukum. Pemenang lelang diwajibkan melunasi pembayaran dalam waktu lima hari kerja setelah dinyatakan menang.

“Apabila tidak dilunasi dalam batas waktu tersebut, maka uang jaminan akan disetorkan ke negara dan peserta dinyatakan wanprestasi,” tegasnya.

Batas akhir pelunasan kedua kendaraan tersebut jatuh pada 25 Februari 2026. Pihak kejaksaan mengimbau para pemenang untuk segera memenuhi kewajiban pembayaran agar proses administrasi kepemilikan dapat berjalan lancar.

Keberhasilan lelang ini dinilai bukan hanya dari tingginya nilai penawaran, tetapi juga menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem lelang resmi yang dikelola negara secara akuntabel.

Di Kota Depok, partisipasi besar dalam lelang ini menjadi bukti bahwa mekanisme transparan dan profesional mampu mendorong keterlibatan publik sekaligus memastikan pengelolaan aset negara berjalan optimal dan bertanggung jawab.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *