DEPOK | FOKUSKOTA.com – Kediaman Wali Kota Depok, Supian Suri, berubah menjadi ruang silaturahmi terbuka saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-51 digelar. Sejak pagi hingga siang, warga datang bergelombang dari berbagai penjuru kota, menciptakan suasana hangat yang sarat kebersamaan.
Tak sekadar menghadiri seremoni, masyarakat memanfaatkan momentum tersebut untuk bertatap muka langsung, menyampaikan doa, serta berbincang ringan dengan orang nomor satu di Kota Depok itu. Kehadiran warga lintas usia tokoh masyarakat, relawan, hingga keluarga menjadi gambaran nyata hubungan emosional yang terjalin antara pemimpin dan warganya.
Tokoh pendidikan Kota Depok, Jiacep, yang turut hadir, menilai antusiasme tersebut mencerminkan kedekatan yang tumbuh bukan karena protokoler semata, melainkan karena interaksi yang terbangun selama ini.
“Ini bukan hanya perayaan ulang tahun. Ini adalah ruang pertemuan antara pemimpin dan masyarakat dalam suasana kekeluargaan. Antusiasme warga menunjukkan adanya kedekatan yang nyata,” ujarnya, Jumat (27/2/26).
Menurut Jiacep, tradisi silaturahmi seperti ini memiliki makna sosial yang mendalam. Di tengah dinamika perkotaan yang kian kompleks, ruang-ruang kebersamaan dinilai mampu memperkuat rasa persatuan dan solidaritas warga.
“Ketika pemimpin membuka pintu rumahnya dan masyarakat datang dengan penuh kehangatan, itu menandakan adanya kepercayaan. Kebersamaan seperti ini menjadi energi positif bagi pembangunan,” katanya.
Ia juga menyampaikan doa dan harapan di usia ke-51 Supian Suri agar senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, serta kebijaksanaan dalam menakhodai Kota Depok.
“Kami mengucapkan selamat ulang tahun. Semoga beliau selalu sehat, diberi kekuatan dan mampu membawa Depok semakin maju dan sejahtera,” ucapnya.
Sepanjang acara, suasana akrab terlihat saat warga menyampaikan ucapan selamat secara langsung. Tidak sedikit yang mengabadikan momen bersama wali kota, sementara yang lain berbincang santai dalam nuansa kekeluargaan.
Jiacep menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program dan kebijakan, tetapi juga oleh kualitas hubungan antara pemimpin dan masyarakatnya.
“Hubungan yang hangat akan melahirkan kepercayaan. Dan dari kepercayaan itulah lahir partisipasi. Jika partisipasi tumbuh, maka semangat membangun kota akan semakin kuat,” tutupnya. (Ht)








