Kolaborasi Pusat–Daerah Dibuka, Empat Madrasah Tsanawiyah dan Aliyah Siap Dibangun di Depok

IMG-20260121-WA0011

DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyambut dimulainya program lima tahun pembangunan empat madrasah jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Depok. Program tersebut dinilai sebagai terobosan penting dalam memperluas akses pendidikan keagamaan tingkat menengah yang selama ini masih terbatas.

Menurut Nuroji, rencana pembangunan madrasah ini tidak terlepas dari perubahan pola komunikasi antara Pemerintah Kota Depok, pemerintah pusat, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ia menilai, sebelumnya belum terbangun sinergi yang kuat sehingga pembangunan madrasah jenjang menengah belum menjadi agenda prioritas.

“Sekarang ini komunikasinya sudah terbuka. Dulu nyaris tidak ada pembahasan serius soal pembangunan Tsanawiyah dan Aliyah,” ujar Nuroji, Rabu (21/1/2026).

Ia menjelaskan, lemahnya komunikasi lintas pemerintahan di masa lalu berdampak pada minimnya dukungan kebijakan maupun anggaran. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap madrasah jenjang menengah terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan jumlah lulusan tingkat dasar.

Seiring membaiknya koordinasi, dukungan dari pemerintah pusat pun mulai mengalir. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah fasilitasi pengadaan lahan untuk pembangunan madrasah.

“Sekarang ini ada dukungan nyata dari pusat, salah satunya terkait penyediaan lahan. Ini tidak mungkin terjadi tanpa kolaborasi,” jelasnya.

Nuroji juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Depok saat ini mengubah arah kebijakan pembangunan pendidikan. Jika sebelumnya fokus pada jenjang ibtidaiyah, kini perhatian diarahkan pada Tsanawiyah dan Aliyah.

“Pak Wali Kota menyampaikan bahwa SD dan ibtidaiyah relatif sudah cukup. Maka fokusnya digeser ke Tsanawiyah dan Aliyah yang masih sangat dibutuhkan,” katanya.

Perubahan kebijakan tersebut menjadi landasan disusunnya program pembangunan madrasah jangka menengah selama lima tahun. Pembangunan akan dilakukan secara bertahap dengan target empat satuan pendidikan.

“Programnya lima tahun dan tidak sekaligus. Dilakukan bertahap, disesuaikan dengan kesiapan lahan, administrasi, dan dukungan lintas pemerintah,” ujar Nuroji.

Ia menegaskan, pembangunan madrasah tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik semata, tetapi sebagai investasi jangka panjang dalam penguatan pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter generasi muda.

“Madrasah memberi alternatif pendidikan negeri yang seimbang antara ilmu umum dan keagamaan. Ini yang dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Nuroji berharap program tersebut dapat berjalan konsisten hingga tuntas, dengan komunikasi dan kolaborasi antarpemerintah yang terus terjaga.

“Kalau sinergi ini dipertahankan, pembangunan madrasah Tsanawiyah dan Aliyah di Depok bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *