Kawal Reformasi Pendidikan, Siswanto: RSSG Harus Jadi Program Ambisius Pemkot Depok

IMG-20251120-WA0004

DEPOK | FOKUSKOTA.COM –Dalam Seri Diskusi ke-3 Indoraya Today Institute bertema “Mimpi Sekolah Gratis di Kota Penyangga Efektivitas dan Tantangan Program RSSG Depok, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, menegaskan bahwa program Realisasi Sekolah Rintisan Swasta Gratis (RSSG) harus menjadi program ambisius sekaligus prioritas Pemerintah Kota Depok.

Menurut Siswanto, RSSG merupakan peluang besar untuk memajukan kualitas pendidikan karena mampu membuka akses pendidikan gratis bagi lebih banyak warga Depok.

“Program RSSG harus jadi program ambisius Pemkot, karena program ini memiliki efek positif dalam kemajuan dunia pendidikan di Kota Depok,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kendala seperti keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat pelaksanaan program tersebut.

“Sekalipun ada aral melintang, program RSSG harus berjalan. Saya berharap Disdik menjadikan RSSG sebagai program ambisius, layaknya program MBG. Apa pun tantangannya, program ini harus berjalan,” tegasnya.

Secara politik maupun sosial, lanjutnya, RSSG dinilai sangat memungkinkan untuk diwujudkan.

“Apakah bisa? Menurut saya sangat bisa. Karena sejauh ini RSSG mendapat dukungan dari semua kalangan. MBG saja yang menuai kontroversi tetap jalan kok,” katanya.

Siswanto juga mengingatkan bahwa penetapan RSSG sebagai program prioritas menuntut komitmen nyata dari Pemkot Depok. Pemerintah perlu menyiapkan dukungan untuk sekolah-sekolah swasta yang akan digandeng dalam program tersebut.

“Konsekuensinya tentu ada effort dari Pemkot, misalnya dengan memberikan bantuan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dalam program RSSG,” ujarnya.

Jika ruang fiskal Pemkot terbatas, Siswanto mendorong agar pemerintah menyiapkan skema alternatif, termasuk opsi intervensi pada sekolah-sekolah swasta yang sudah mapan.

“Pemkot harus berpikir keras. Misalnya melakukan intervensi terhadap sekolah-sekolah swasta yang sarana dan prasarananya sudah bagus,” jelasnya.

Pada bagian akhir, ia menegaskan bahwa sekolah swasta yang sudah kuat secara sarana, prasarana, dan manajemen harus berperan lebih besar dalam menampung siswa melalui skema RSSG.

“Artinya, sekolah-sekolah swasta yang sudah satel harus bersedia menampung anak-anak melalui program ini,” tutupnya. (el’s)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *