DEPOK | FOKUSKOTA.com – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kota Depok menghadirkan cara baru untuk memperkuat kebersamaan sekaligus memperluas pengenalan organisasi kepada masyarakat. Melalui kegiatan Car Free Day (CFD) perdana di Gerbang Pesona Khayangan, Jalan Margonda Raya, Minggu (11/10/2026), IWAPI memadukan olahraga, silaturahmi, promosi usaha, hingga edukasi bagi pelaku UMKM.
Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan senam kesehatan tulang untuk meningkatkan kesadaran terhadap osteoporosis serta senam poundfit yang identik dengan energi dan semangat generasi muda.
Ketua IWAPI Kota Depok, Nida Lukman, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan IWAPI secara lebih luas, khususnya kepada masyarakat dan generasi muda yang belum banyak mengenal kiprah organisasi pengusaha perempuan tersebut.
Menurutnya, selama ini pertemuan IWAPI lebih banyak berlangsung dalam agenda formal bersama pengurus dan anggota dari 11 ranting yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. Melalui CFD, IWAPI ingin menghadirkan suasana yang lebih terbuka, santai, dan dekat dengan masyarakat.
“Alhamdulillah, ini pertama kalinya kami mengadakan kegiatan seperti ini. Kami ingin mempertemukan anggota dari berbagai ranting, mempererat silaturahmi, sekaligus memperkenalkan IWAPI kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Nida.
Ia menegaskan, IWAPI tidak hanya berfokus pada pertemuan organisasi, tetapi juga berupaya memberikan manfaat nyata bagi pengusaha perempuan dan masyarakat luas.
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah membuka ruang komunikasi antara IWAPI dengan pelaku usaha yang membutuhkan pendampingan. Melalui CFD, masyarakat dapat mengenal lebih jauh layanan dan dukungan yang dapat diakses pelaku UMKM, mulai dari konsultasi legalitas usaha, Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, hingga kebutuhan pengembangan bisnis lainnya.
Nida menilai, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami pentingnya legalitas dan kelengkapan administrasi dalam menjalankan usaha. Karena itu, IWAPI ingin menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan bisnis secara lebih tertata dan profesional.
IWAPI juga membuka peluang bagi pelaku usaha dari berbagai sektor untuk memperkenalkan produknya. Tidak hanya kuliner, tetapi juga usaha jasa dan bidang bisnis lainnya.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa IWAPI bisa menjadi tempat untuk bertanya dan berkonsultasi mengenai kebutuhan usaha. Bukan hanya kuliner, tetapi juga berbagai bidang usaha lainnya. Harapannya, semakin banyak pengusaha yang tertarik bergabung dan berkembang bersama IWAPI,” jelasnya.
Pemilihan senam kesehatan tulang dan poundfit juga menjadi bagian dari strategi IWAPI untuk menjangkau kelompok usia yang berbeda.
Senam kesehatan tulang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan dan pencegahan osteoporosis, sedangkan poundfit diharapkan menarik minat anak muda agar turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Dengan konsep yang lebih terbuka, IWAPI ingin menunjukkan bahwa organisasi ini bukan sekadar wadah pertemuan formal, melainkan juga ruang untuk membangun jejaring, memperluas wawasan, dan mendorong kegiatan produktif.
Ketua Panitia, Loveleen Dewi, menyampaikan bahwa lokasi kegiatan saat ini masih memiliki keterbatasan kapasitas. Apabila antusiasme peserta terus meningkat, panitia berharap kegiatan berikutnya dapat dilaksanakan di lokasi yang lebih luas.
Ia berharap dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Depok dan pengelola lokasi, dapat membantu pengembangan kegiatan serupa ke depan.
Melihat antusiasme anggota dan peserta dalam pelaksanaan perdana, Nida berharap CFD IWAPI dapat dikembangkan menjadi agenda rutin. Namun, pelaksanaannya tetap akan mempertimbangkan ketersediaan lokasi, dukungan pengelola, serta kesiapan penyelenggara.
Harapan ke depannya, kegiatan senam bersama dan kegiatan kreatif lainnya di area CFD, serta sekaligus sosialisasi legalitas usaha ini dapat tambahan dukungan juga dari pemkot , dimana selama ini peran pemkot sangat luarbiasa dalam mendukung para pengusaha di kota Depok.
Melalui kegiatan ini, IWAPI Kota Depok berupaya menyatukan tiga hal penting dalam satu ruang: kesehatan, kebersamaan, dan pertumbuhan ekonomi.
CFD perdana tersebut diharapkan menjadi awal dari langkah yang lebih luas, yakni menjadikan IWAPI semakin dikenal masyarakat, memperkuat jejaring pengusaha perempuan, serta membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang dan naik kelas.(Ht)








