DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-53 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dijadikan sebagai ruang muhasabah ideologis untuk meneguhkan kembali arah perjuangan politik Islam. Hal tersebut ditegaskan Legislator PPP, Hj. Qonita Lutfiyah, SE, MM pada Minggu (4/1/2026).
Menurut Qonita, politik yang diperjuangkan PPP bukan sekadar perebutan kekuasaan, melainkan ikhtiar kebermanfaatan untuk umat dengan khittah politik Islam dan amanah umat sebagai fondasi utama.
“Harlah PPP bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum muhasabah khittah. Kita diingatkan kembali bahwa perjuangan politik PPP lahir dari iman, dijalankan dengan amanah, dan diabdikan sepenuhnya untuk umat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dalam pandangan PPP, politik tidak dapat dilepaskan dari nilai-nilai keislaman dan merupakan bagian dari ibadah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan Allah SWT.
Khittah politik Islam juga dijadikan kompas perjuangan, dengan nilai kejujuran, keadilan, persatuan, dan keberpihakan kepada umat sebagai landasan setiap langkah dan kebijakan.
Dalam konteks Kota Depok, Qonita melihat peluang besar bagi kota ini untuk menjadi contoh kota religius-modern. Nilai agama harus menjadi fondasi etika publik, sementara kemajuan diwujudkan melalui tata kelola yang bersih, transparan, dan berpihak pada masyarakat.
“Religiusitas tidak boleh berhenti pada simbol dan seremonial, tetapi harus diterjemahkan dalam kebijakan konkret seperti keadilan sosial, peningkatan pelayanan publik, dan pembangunan ekonomi yang berkeadilan,” jelasnya.
Qonita juga mengajak kader dan simpatisan PPP untuk menjadikan Harlah ke-53 sebagai momentum konsolidasi ideologis dan penguatan kerja kerakyatan.
Ia berharap nilai amanah, persatuan, dan keadilan dapat berjalan seiring dengan kemajuan kota, sehingga Depok dapat tumbuh menjadi kota yang berkeadaban, berdaya saing, dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya. (Ht)








