DEPOK | FOKUSKOTA.com – Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 menjadi momentum penting untuk memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi rakyat yang mampu menjawab tantangan zaman. Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Provinsi Jawa Barat, Hasbullah Rahmad, mengajak seluruh gerakan koperasi di Jawa Barat melakukan transformasi menyeluruh melalui pemanfaatan teknologi digital agar mampu tumbuh lebih modern, profesional, dan berdaya saing tinggi.
Menurut Hasbullah, koperasi tidak cukup hanya mempertahankan pola pengelolaan konvensional. Perubahan perilaku pasar, perkembangan teknologi, serta persaingan ekonomi global menuntut koperasi untuk beradaptasi secara cepat agar tetap menjadi pilar utama perekonomian nasional.
“Koperasi harus bertransformasi digital. Ini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang harus dijalankan. Mulai dari administrasi, pelayanan anggota, hingga pemasaran produk harus memanfaatkan teknologi agar koperasi semakin efisien, transparan, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Hasbullah Senin (13/7/2026).
Ia menegaskan, digitalisasi bukan hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota, tetapi juga membuka peluang baru bagi koperasi untuk memperluas jaringan usaha, mempercepat transaksi, dan meningkatkan daya saing produk lokal di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital.
Hasbullah juga menyoroti besarnya potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat yang dinilai dapat berkembang lebih cepat apabila didukung koperasi yang sehat dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, koperasi harus menjadi pusat kolaborasi ekonomi masyarakat dengan memberikan akses pembiayaan yang lebih mudah, pendampingan usaha, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, hingga membuka akses pemasaran yang lebih luas bagi para pelaku UMKM.
“Jawa Barat memiliki jutaan pelaku UMKM dengan potensi luar biasa. Koperasi harus hadir sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani kebutuhan permodalan, pelatihan usaha, serta memperluas jaringan pemasaran sehingga ekonomi masyarakat dapat tumbuh secara merata,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hasbullah menilai keberhasilan transformasi koperasi juga memerlukan dukungan kebijakan yang berpihak kepada penguatan kelembagaan. Oleh karena itu, Fraksi PAN DPRD Jawa Barat berkomitmen mendorong lahirnya regulasi yang mampu mempercepat modernisasi koperasi, termasuk pemberian insentif bagi koperasi yang berhasil melakukan inovasi digital.
Selain dukungan regulasi, ia menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional, akuntabel, dan transparan sebagai fondasi utama dalam membangun kepercayaan anggota maupun masyarakat.
“Kami akan terus mengawal kebijakan yang berpihak kepada kemajuan koperasi. Namun di sisi lain, pengelolaan koperasi juga harus menjunjung tinggi integritas, akuntabilitas, dan transparansi agar kepercayaan masyarakat semakin kuat,” tegasnya.
Momentum Hari Koperasi Nasional ke-79, lanjut Hasbullah, diharapkan tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi titik awal lahirnya koperasi-koperasi modern yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan digitalisasi, koperasi diyakini akan semakin mampu menjalankan perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat daya saing UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.(Ht)








