Hadapi Lonjakan Distribusi Ramadan, Peneliti UPER Kembangkan Teknologi Logistik Berbasis Kendaraan Otonom

IMG-20260320-WA0014

JAKARTA | FOKUSKOTA.com –  Lonjakan distribusi barang yang biasa terjadi selama periode Ramadan dan Idulfitri menjadi tantangan serius bagi sistem logistik di Indonesia. Peningkatan konsumsi masyarakat, pertumbuhan transaksi perdagangan, serta melonjaknya belanja daring membuat arus distribusi barang meningkat tajam dan menuntut sistem pengiriman yang lebih cepat, efisien, dan adaptif.

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memperkirakan volume distribusi barang pada periode tersebut dapat meningkat hingga sekitar 30 persen dibandingkan kondisi normal. Kondisi ini kerap menambah tekanan pada rantai pasok, terutama di wilayah perkotaan yang telah menghadapi persoalan kemacetan lalu lintas. Akibatnya, proses pengiriman menjadi lebih lambat dan biaya logistik ikut meningkat karena perusahaan harus menambah armada, persediaan, hingga pusat distribusi demi menjaga kelancaran pasokan.

Menjawab tantangan tersebut, dosen Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina (UPER), Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, menginisiasi proyek riset bertajuk L-TEAM (Logistics Technology for Efficient Autonomous Mobility). Penelitian ini berfokus pada pengembangan sistem logistik cerdas berbasis kendaraan otonom dan robot yang mampu saling berkomunikasi serta berkoordinasi melalui algoritma kecerdasan buatan.

Proyek riset tersebut berhasil memperoleh pendanaan dari program Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju Kolaborasi Internasional (RIIM KI), sebuah skema pendanaan riset yang mendorong kolaborasi strategis antara peneliti Indonesia dan mitra internasional.

Dalam pelaksanaannya, Dr. Zaki bekerja bersama tim peneliti lintas disiplin yang terdiri atas Dr. Arie Sukma Jaya, S.T., M.Eng., IPM. dari Program Studi Teknik Mesin dan Dr. Eng. Wahyu Kunto Wibowo, S.T., M.Eng. dari Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina. Penelitian ini juga melibatkan kolaborasi dengan peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Southern University of Science and Technology (SUSTech), Tiongkok, serta Zhejiang CoTEK Robotics Co., Ltd.

Melalui L-TEAM, para peneliti mengembangkan teknologi yang memungkinkan kendaraan otonom atau robot logistik bekerja tanpa harus bergantung pada satu komputer pusat yang mahal. Setiap unit robot dirancang agar mampu beroperasi secara mandiri, namun tetap dapat saling bertukar informasi dan berkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama.

Dengan pendekatan tersebut, sistem dapat membantu menentukan rute distribusi yang lebih efisien, menghindari kepadatan lalu lintas, dan merespons perubahan kondisi jalan secara lebih cepat dan akurat. Inovasi ini dinilai menjadi salah satu solusi penting dalam menciptakan sistem logistik modern yang lebih tangguh menghadapi lonjakan permintaan.

Dr. Muhammad Zaki Almuzakki menjelaskan, riset ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan keandalan distribusi barang, khususnya di tengah kondisi lalu lintas yang padat dan sulit diprediksi.

“Kami mengembangkan algoritma yang memungkinkan kendaraan atau robot logistik saling berkoordinasi dengan lebih presisi. Dengan begitu, proses pengiriman barang dapat tetap berjalan lancar meskipun menghadapi kondisi lalu lintas yang padat dan sulit diprediksi,” ujar Dr. Zaki.

Menurutnya, teknologi tersebut menjadi semakin relevan saat menghadapi masa-masa puncak distribusi seperti menjelang Ramadan dan Idulfitri, ketika volume pengiriman melonjak dan mobilitas perkotaan semakin kompleks.

“Pada situasi ketika volume pengiriman meningkat dan lalu lintas menjadi lebih padat, sistem yang mampu beradaptasi secara cepat dan terkoordinasi akan sangat membantu menjaga kelancaran distribusi barang,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menilai keberhasilan memperoleh pendanaan internasional tersebut menjadi bukti semakin kuatnya kapasitas riset Universitas Pertamina dalam menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat.

Ia mengatakan, pengembangan teknologi logistik cerdas berbasis kendaraan otonom sejalan dengan komitmen Universitas Pertamina dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya pada sektor transportasi dan inovasi teknologi.

“Melalui riset ini, kami berharap dapat berkontribusi pada pengembangan sistem transportasi yang lebih efisien, adaptif, dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan solusi teknologi bagi tantangan masa depan,” ujar Prof. Wawan.

Riset L-TEAM tidak hanya menunjukkan kemajuan dalam pengembangan kecerdasan buatan dan kendaraan otonom, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan mitra internasional dapat melahirkan solusi konkret bagi persoalan distribusi barang di Indonesia.

Bagi calon mahasiswa yang tertarik mendalami bidang kecerdasan buatan, kendaraan otonom, dan sistem transportasi cerdas, Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina membuka peluang untuk belajar sekaligus terlibat langsung dalam riset-riset inovatif bersama para peneliti dan mitra global.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *