H. Pradi Supriatna :Jalan Provinsi Tuntas,Saatnya Benahi Jalan Kota Dan Percantik Depok

IMG-20260326-WA0003

DEPOK | FOKUSKOTA.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Pradi Supriatna, menegaskan komitmennya untuk terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Depok, khususnya dalam hal perbaikan jalan serta penataan wajah kota agar lebih menarik, representatif, dan memiliki nilai estetika tinggi.

Dalam keterangannya, H. Pradi menyampaikan bahwa jalan-jalan provinsi di Jawa Barat ditargetkan tuntas pada tahun 2026, seiring dengan program pembangunan yang berjalan di bawah kepemimpinan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Insya Allah, jalan-jalan provinsi di tahun 2026 bisa tuntas. Itu menjadi target pemerintahan saat ini,” ujar H. Pradi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa perhatian pembangunan tidak boleh berhenti pada ruas jalan milik provinsi saja. Menurutnya, jalan-jalan di tingkat kota dan kabupaten juga harus menjadi prioritas, karena kondisinya sangat berkaitan langsung dengan kenyamanan dan mobilitas masyarakat sehari-hari.

Meski perbaikan jalan kota dan kabupaten secara kewenangan berada pada APBD kabupaten/kota, H. Pradi membuka peluang adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama untuk membantu menuntaskan persoalan infrastruktur yang masih menjadi keluhan masyarakat.

“Walaupun itu memang menjadi tugas dan tanggung jawab APBD kota/kabupaten, tapi nanti provinsi juga bisa hadir untuk membantu menyelesaikan persoalan-persoalan yang dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya tersebut tentu perlu dibangun melalui koordinasi dan pembahasan bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Kota Depok, termasuk dengan Bappeda dan tim anggaran daerah agar langkah yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan lapangan.

“Nanti kita akan diskusi dan sharing dengan Bappeda serta tim TAPD kota, supaya terlihat kebutuhan riilnya seperti apa, titik-titik mana yang paling prioritas, dan seberapa besar dukungan yang bisa diberikan,” katanya.

Tak hanya soal jalan, H. Pradi juga menyoroti pentingnya penataan kawasan perbatasan Depok dengan DKI Jakarta. Sebagai kota penyangga ibu kota, menurutnya Depok harus memiliki wajah kota yang lebih tertata, indah, dan mampu menciptakan kebanggaan bagi masyarakat.

Salah satu gagasan yang kembali ia dorong adalah pembangunan air mancur ikonik di Kota Depok, yang diharapkan dapat menjadi landmark baru sekaligus daya tarik wisata domestik.

Menurutnya, konsep tersebut bukan sekadar ornamen kota, tetapi bagian dari strategi untuk memperkuat identitas Depok sebagai kota modern yang nyaman dan menarik dikunjungi.

“Kita ingin mempercantik wilayah perbatasan dan juga pusat kota. Salah satu yang pernah kita gagas adalah pembangunan air mancur yang bisa menjadi ikon, seperti yang ada di Purwakarta. Itu terbukti bisa menyedot wisatawan domestik,” ungkapnya.

H. Pradi menilai, kehadiran landmark atau ruang publik yang kuat secara visual akan memberi nilai tambah bagi kota, baik dari sisi pariwisata, ekonomi lokal, maupun citra daerah.

Ia menyebut, beberapa titik di Depok dinilai potensial untuk dikaji lebih lanjut sebagai lokasi pembangunan ikon kota tersebut. Meski belum merinci secara pasti, ia mengisyaratkan bahwa kawasan tengah kota akan lebih ideal untuk dijadikan titik awal pembangunan agar memiliki dampak visual dan sosial yang lebih besar.

“Kalau keinginan saya pribadi, ya tengah kota dulu, supaya punya daya tarik yang kuat dan bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia pun menegaskan bahwa gagasan tersebut akan dibahas lebih lanjut bersama Wali Kota Depok dan jajaran terkait, termasuk melalui kajian teknis untuk menentukan lokasi paling tepat, paling strategis, dan paling bermanfaat bagi masyarakat.

Meski wacana penataan kota dan pembangunan ikon baru terus digulirkan, H. Pradi menegaskan bahwa perbaikan jalan tetap menjadi prioritas utama dalam waktu dekat. Ia berharap, langkah konkret untuk mendukung percepatan perbaikan infrastruktur bisa mulai dimaksimalkan pada 2027, terutama untuk ruas-ruas jalan yang menjadi keluhan warga.

Dengan kombinasi antara pembenahan infrastruktur dasar dan peningkatan estetika kota, H. Pradi berharap Depok tidak hanya tumbuh sebagai kota hunian, tetapi juga berkembang menjadi kota yang lebih nyaman, lebih indah, dan memiliki identitas kuat di Jawa Barat.

“Intinya, kita ingin Depok ini tidak hanya berkembang, tapi juga lebih tertata, lebih menarik, dan membanggakan,” pungkasnya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *