DEPOK | FOKUSKOTA.com – Semangat sejarah dan kebanggaan lokal akan berpadu dalam sebuah karya seni monumental bertajuk “Gugurnya Letnan Margonda”, yang siap dipentaskan sebagai bagian dari penutupan Lebaran Depok 2026. Opera kolosal ini merupakan buah karya Ketua Dewan Kesenian Depok, Nuroji, yang mengangkat kisah heroik salah satu putra terbaik bangsa.
Bagi warga yang melintasi Jalan Margonda, nama tersebut tentu sudah tidak asing. Namun, tidak semua mengetahui sosok besar di balik nama itu. Margonda, yang memiliki nama asli Margana, lahir di Bogor pada tahun 1918 dan dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang memimpin Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) dalam perlawanan melawan NICA.
Tak hanya sebagai pejuang, Margonda juga dikenal sebagai atlet berprestasi dan pernah mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Belanda. Dalam kehidupan pribadinya, ia menikah dengan Maemunah dan dikaruniai seorang anak bernama Joviatini.
Pengorbanannya mencapai puncak pada 16 November 1945, saat ia gugur dalam pertempuran di kawasan Kalibata. Dalam catatan sejarah, Margonda menghembuskan napas terakhirnya saat berani maju melempar granat ke arah musuh—sebuah tindakan heroik yang kemudian mengukuhkan namanya dalam sejarah perjuangan bangsa.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, nama Margonda diabadikan menjadi nama jalan utama di Kota Depok, sekaligus menjadi simbol keberanian dan pengabdian.
Melalui karya opera ini, Nuroji berupaya menghidupkan kembali semangat perjuangan tersebut dalam balutan seni pertunjukan yang megah dan sarat makna.
“Ya, kisah Margonda akan kita pentaskan pada penutupan Lebaran Depok, tanggal 9 Mei 2026, mulai pukul 19.30 WIB di Alun-alun GDC Depok,” ujar Nuroji.
Pagelaran ini merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Kesenian Depok, Pemerintah Kota Depok, serta panitia Lebaran Depok, yang bersama-sama menghadirkan pertunjukan berkualitas sekaligus edukatif bagi masyarakat.
Apresiasi pun datang dari berbagai kalangan, salah satunya aktivis Depok, Pardong. Ia menilai pementasan ini sebagai langkah penting dalam memperkenalkan kembali sosok Margonda kepada generasi masa kini.
“Ini sangat bagus dan keren. Masyarakat Depok jadi bisa lebih mengenal sosok Margonda. Ini pertunjukan yang wajib ditonton,” ujarnya.
Pardong juga mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan menyaksikan langsung opera tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan.
Dengan kemasan artistik yang kuat dan pesan sejarah yang mendalam, “Gugurnya Letnan Margonda” diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan—menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan di tengah kehidupan masyarakat modern Kota Depok.(Ht)








