DEPOK | FOKUSKOTA.COM – Ketua Fraksi Gerindra Kota Depok, Edi Masturo, menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-24 antar kota yang akan digelar di Cipayung pada hari Selasa, 11 November 2025. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum penting bagi Kota Depok untuk semakin memantapkan diri sebagai kota religius.
“MTQ ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan komitmen kita dalam membumikan nilai-nilai Al-Quran di tengah masyarakat. Selain itu, ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat ukhuwah antar umat Islam,” ujar Edi Masturo saat ditemui di lokasi MTQ.
Edi Masturo juga menyoroti pentingnya Kota Depok memiliki ikon masjid agung yang representatif. Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan masjid agung di lahan seluas 700 meter di Margonda dinilai kurang ideal.
“Kita ini belum punya ikon masjid yang benar-benar bisa dibanggakan. Kalau masjid agung hanya 700 meter, parkirnya saja tidak cukup. Kita ingin masjid agung yang representatif, minimal lahannya 4000 meter,” tegasnya.
Edi Masturo mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pengalihan lokasi pembangunan masjid agung ke sekitar Jalan Juanda. Menurutnya, lokasi tersebut lebih strategis dan memungkinkan pembangunan masjid yang lebih luas dan megah.
“Kita ingin masjid agung ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, tapi juga menjadi ikon Kota Depok. Kita ingin masjid ini menjadi daya tarik wisata religi yang bisa mendatangkan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Menanggapi kritik terkait dugaan batalnya pembangunan masjid agung di Margonda, Edi Masturo menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak pembangunan masjid. Namun, ia menilai bahwa lahan yang tersedia tidak memadai untuk membangun masjid agung yang representatif.
“Kita setuju dengan program awal pembangunan masjid, tapi kita ingin masjid agung yang layak. Kalau hanya 700 meter, itu tidak wajar. Parkirnya saja tidak cukup, apalagi ini sentral kota,” ujarnya.
Edi Masturo juga menyayangkan pihak-pihak yang baru berkomentar terkait rencana pembangunan masjid agung setelah anggaran dikembalikan ke pemerintah daerah (Pemda) Provinsi. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sedang berkoordinasi dengan Pemprov untuk pembebasan lahan di sekitar Jalan Juanda.
“Kemarin-kemarin pada ke mana? Sekarang baru pada ngomong. Kita sedang menunggu Pemprov untuk membebaskan lahan. Kita perkirakan antara bekas bioskop Cisalak atau di Juanda,” pungkasnya.
Dengan adanya masjid agung yang representatif, Edi Masturo berharap Kota Depok dapat semakin dikenal sebagai kota religius yang modern dan berdaya saing.(Ht)








