DEPOK | FOKUSKOTA .com – Hampir empat tahun warga harus memutar dan menempuh perjalanan lebih jauh. Kini, kabar baik datang dari perbatasan Kecamatan Sawangan dan Cipayung. Jembatan Jalan Mawar yang menghubungkan Kampung Pasir Putih dengan Kampung Bulak Barat akhirnya kembali dapat dilintasi.
Akses yang selama bertahun-tahun lumpuh akibat genangan banjir setinggi 2 hingga 3 meter itu perlahan kembali hidup. Warga kini bisa menggunakan jalur tersebut sebagai akses penghubung antarkawasan sekaligus jalur pintas yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas sehari-hari.
Bagi masyarakat sekitar, kembali berfungsinya jembatan bukan sekadar soal terbukanya sebuah jalan. Akses tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta kemudahan masyarakat dalam menjalankan berbagai kegiatan tanpa harus mengambil jalur yang lebih jauh.
Anggota Komisi A DPRD Kota Depok, Edi Masturo, mengapresiasi langkah penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota Depok. Ia menilai persoalan utama selama ini bukan semata-mata kondisi jembatan, melainkan aliran kali yang tersumbat sehingga air meluap dan membuat kawasan tersebut terus terendam.
“Dulu saat pembuatan awal, posisi jembatan ini sebenarnya tinggi dan normal. Namun karena longsoran sampah meluap dan menutup aliran air, jembatan akhirnya terendam hingga 2 sampai 3 meter dan tidak bisa difungsikan selama hampir empat tahun,” ujar Edi , Selasa (18/8/2026).
Menurut Edi, kondisi tersebut membutuhkan penanganan menyeluruh. Jika hanya memperbaiki badan jembatan tanpa membenahi aliran air, persoalan serupa berpotensi kembali terjadi.
Di era kepemimpinan Wali Kota Depok Supian Suri, penanganan pun diarahkan pada persoalan hulunya. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok mengerahkan sekitar 13 hingga 14 unit alat berat ekskavator untuk mengangkat tumpukan sampah, material longsoran, sekaligus melakukan normalisasi aliran kali.
Pengerukan dilakukan untuk membuka kembali jalur aliran air yang sebelumnya tersendat. Perlahan, debit dan aliran air mulai bergerak lebih lancar sehingga genangan yang selama ini menutup akses jembatan berangsur surut.
Dampaknya kini mulai terlihat. Area di sekitar Jembatan Jalan Mawar yang sebelumnya tergenang telah mengering dan akses kembali dapat digunakan masyarakat.
“Alhamdulillah saat ini posisinya sudah kering. Walaupun penanganannya belum maksimal 100 persen, tetapi jalan ini sudah bisa digunakan kembali oleh warga sebagai jalur tembus,” kata Edi.
Ia menegaskan, terbukanya kembali akses tersebut harus menjadi momentum untuk memastikan normalisasi dan pemeliharaan aliran kali terus dilakukan. Sebab, keberadaan jalur penghubung seperti Jalan Mawar memiliki arti penting bagi masyarakat di dua wilayah kecamatan.
Kembalinya fungsi jembatan setelah hampir empat tahun menjadi pengingat bahwa penanganan infrastruktur tidak cukup hanya membangun atau memperbaiki jalan. Persoalan drainase, sungai, sampah, dan lingkungan sekitar juga harus ditangani secara bersamaan agar akses publik benar-benar bisa bertahan dalam jangka panjang.
Bagi warga Sawangan dan Cipayung, jembatan yang kembali terbuka itu menjadi simbol sederhana dari hadirnya kembali akses yang sempat hilang. Setelah bertahun-tahun terputus oleh banjir, Jalan Mawar kini kembali menjadi jalur yang menghubungkan dua kawasan dan memudahkan aktivitas masyarakat.(Ht)








