DEPOK | FOKUSKOTA .com – Lebaran Depok 2026 kembali menjelma menjadi magnet besar bagi masyarakat. Ribuan warga dari berbagai wilayah memadati kawasan Alun-Alun Grand Depok City (GDC) untuk menikmati kemeriahan pesta budaya tahunan yang tahun ini tampil lebih megah, lebih hidup, dan semakin mendapat tempat di hati masyarakat.
Sejak pagi hingga malam, kawasan acara nyaris tidak pernah sepi. Iringan pawai budaya Nusantara, pertunjukan seni tradisional, musik hiburan, bazar UMKM, hingga berbagai atraksi rakyat sukses menciptakan atmosfer penuh kebersamaan dan kegembiraan.
Tak hanya menjadi ruang hiburan, Lebaran Depok juga dinilai berhasil menghadirkan wajah budaya kota yang semakin matang dan tertata. Di balik padatnya pengunjung, kondisi kawasan acara tetap terjaga bersih dan nyaman berkat kesiapsiagaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.
Pelaksana Tugas Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengatakan kemeriahan Lebaran Depok tahun ini menunjukkan perkembangan yang sangat positif, baik dari sisi penyelenggaraan maupun partisipasi masyarakat.
“Lebaran Depok tahun ini benar-benar luar biasa. Antusias masyarakat sangat tinggi dan kegiatan yang disuguhkan semakin variatif. Ini menunjukkan bahwa Lebaran Depok semakin dicintai masyarakat dan berkembang menjadi event budaya yang besar,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, lonjakan jumlah pengunjung menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan area festival. Karena itu, DLHK menerjunkan petugas kebersihan di sejumlah titik strategis serta melakukan pengangkutan sampah secara berkala selama kegiatan berlangsung.
“Kami berupaya memastikan kawasan acara tetap bersih dan nyaman. Jadi begitu kegiatan selesai, penanganan sampah juga langsung dilakukan agar lingkungan tetap terjaga,” katanya.
Reni menegaskan, keberhasilan menjaga kebersihan dalam event sebesar Lebaran Depok tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi membutuhkan kesadaran bersama dari seluruh pihak yang terlibat.
Mulai dari panitia, pelaku UMKM, hingga pengunjung diharapkan memiliki kepedulian yang sama terhadap lingkungan.
“Kebersihan adalah tanggung jawab kolektif. Kalau semua pihak ikut peduli, maka event sebesar apa pun bisa tetap nyaman dan bersih,” tuturnya.
Sebagai langkah jangka panjang, DLHK juga mulai mendorong konsep zero waste event atau festival minim sampah untuk diterapkan dalam berbagai kegiatan besar di Kota Depok.
Sosialisasi kepada pelaku UMKM pun terus dilakukan agar penggunaan plastik sekali pakai dapat dikurangi secara bertahap.
“Kami ingin event budaya di Depok ke depan bukan hanya meriah, tetapi juga ramah lingkungan. Pelan-pelan konsep zero waste ini akan terus kami dorong,” jelasnya.
Di tengah kemeriahan acara, panitia juga aktif mengingatkan pengunjung untuk menjaga kebersihan melalui imbauan yang disampaikan secara berkala dari panggung utama.
Reni berharap semangat masyarakat dalam merayakan budaya juga diiringi dengan kesadaran menjaga lingkungan agar Lebaran Depok terus menjadi festival kebanggaan warga.
“Antusiasme masyarakat sudah sangat luar biasa. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga kebersihan agar kemeriahan ini meninggalkan kesan baik, bukan meninggalkan sampah,” pungkasnya.(Ht)








