Dari Selokan Terbengkalai ke Sumber Penghasilan: Kreativitas DPC PPP Depok Bawa UMKM Mikro Berdaya di Lahan Sempit

IMG-20251224-WA0015

DEPOK | FOKUSKOTA.COM –  Keterbatasan lahan di kawasan permukiman tidak menjadi penghalang bagi Ketua DPC PPP Kota Depok, Mazhab HM, untuk mengembangkan usaha mikro yang produktif. Dengan pemikiran kreatif, ia berhasil mengubah selokan di depan rumah yang selama ini tidak terpakai menjadi kolam budidaya lele yang bernilai ekonomi.

Usaha ini dimulai sekitar tiga bulan lalu dengan modal awal hanya Rp300 ribu. Selokan yang semula hanya berfungsi sebagai saluran air dimodifikasi menggunakan terpal dan pembatas sederhana, tanpa mengganggu fungsi utamanya.

“Saya pastikan aliran air tetap berjalan normal dan lingkungan tetap bersih,” ungkap Mazhab pada Rabu (24/12) saat melakukan panen perdana.

Dalam perawatan, ia menerapkan metode sederhana namun teratur: pemberian pakan secara terjadwal dan pengawasan rutin kualitas air. “Perawatannya tidak rumit, yang penting rutin. Kalau air terjaga dan pakan teratur, tingkat kematian ikan bisa ditekan,” katanya.

Hasil panen perdana hari ini mencapai sekitar 50 kilogram lele. Produk tersebut kemudian dipasarkan kepada warga sekitar dan pengepul dengan harga Rp15 ribu per kilogram, menghasilkan pendapatan sekitar Rp750 ribu. Setelah dikurangi biaya modal dan operasional, keuntungan bersih yang diraih mencapai Rp450 ribu.

“Untuk usaha mikro dengan modal kecil dan memanfaatkan ruang yang sebelumnya tidak produktif, hasil ini cukup menjanjikan,” jelasnya.

Ide memanfaatkan selokan sebagai kolam lele berawal dari keinginannya mengoptimalkan ruang yang terabaikan untuk kegiatan UMKM. Menurutnya, banyak potensi di lingkungan sekitar yang belum tergarap secara maksimal.

“Selama ini sering dianggap sepele, padahal kalau dikelola dengan baik bisa menjadi sumber penghasilan tambahan,” tuturnya.

Selain manfaat ekonomi, budidaya ini juga memiliki nilai edukatif dan sosial. Warga sekitar kerap menyaksikan proses budidaya, sehingga menumbuhkan kesadaran bahwa usaha produktif dapat dimulai dari lingkungan sendiri tanpa membutuhkan lahan luas.

“Banyak warga yang datang melihat dan bertanya. Dari situ muncul kesadaran bahwa usaha itu bisa dimulai dari rumah,” ujar Mazhab.

Ke depan, ia berharap praktik ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di perkotaan, agar lebih kreatif memanfaatkan ruang yang ada. Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan usaha yang bertanggung jawab dan ramah lingkungan.

“Silakan berkreasi dan berusaha, tapi tetap harus menjaga lingkungan. Usaha itu bukan hanya soal untung, tapi juga kebermanfaatan bagi sekitar,” tutupnya.

Lebih dari sekadar panen lele, apa yang dilakukan Mazhab menjadi cermin bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk berdaya. Di tengah padatnya kawasan perkotaan, kreativitas dan keberanian mencoba justru menjadi modal utama membangun kemandirian ekonomi, membuka peluang lahirnya UMKM urban yang adaptif dan berkelanjutan.
(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *