Arak-Arakan Budaya Warnai Penutupan Lebaran Depok 2026, Christine: “Depok Rumah Kita Bersama”

IMG-20260509-WA0014

DEPOK, FOKUSKOTA.com –  Lebaran Depok 2026 ditutup pada Sabtu (9/5/2026) dengan suasana penuh semangat kebersamaan dan keberagaman budaya. Ribuan warga tumpah ruah menikmati rangkaian arak-arakan budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara di tengah semarak perayaan tahunan khas Kota Depok tersebut.

Kemeriahan penutupan terasa semakin istimewa dengan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, komunitas budaya, hingga generasi muda dan lansia yang ikut tampil dalam pertunjukan budaya.

Camat Sukmajaya Christine Desima Arthauli menyampaikan rasa bangga atas antusiasme seluruh unsur masyarakat yang terlibat dalam penutupan Lebaran Depok tahun ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi simbol kuat bahwa Depok adalah miniatur Indonesia yang penuh keberagaman namun tetap harmonis.

“Aparat kecamatan meliputi seluruh kelurahan di Kecamatan Sukmajaya, para stakeholder, Danramil, Kapolsek, kader PKK hingga lansia Sukmajaya ikut terlibat dalam arak-arakan budaya. Kami sangat senang karena ini menggambarkan adanya paguyuban warga Depok yang guyub dan penuh kebersamaan,” ujar Christine.

Ia juga memberikan apresiasi kepada komunitas budaya serta seluruh pihak yang telah menyukseskan penyelenggaraan Lebaran Depok 2026 yang kini memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya.

“Selamat untuk Komunitas Orang Depok Berbudaya atas Lebaran Depok yang ketujuh ini. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih meriah lagi. Kami bangga karena perwakilan budaya dari berbagai pulau di Indonesia turut hadir memeriahkan acara ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Christine menilai rangkaian budaya selama satu pekan penuh tersebut menjadi sarana edukasi sekaligus penguatan identitas Kota Depok sebagai rumah bersama bagi seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang budaya.

Menurutnya, tema “Depok Rumah Kita” yang diangkat tahun ini memiliki makna mendalam tentang pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman.

“Depok ini miniatur Indonesia. Karena itu generasi muda wajib ikut melestarikan budaya. Jangan sampai budaya Indonesia terkikis. Banyak lansia yang masih bisa menari dan bermain angklung, tentu anak-anak muda juga harus bisa ikut menjaga budaya bangsa,” tegasnya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, penutupan Lebaran Depok 2026 juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM, komunitas seni, serta masyarakat untuk mempererat hubungan sosial melalui semangat gotong royong dan kebhinekaan.

Semangat kolaborasi yang tercipta sepanjang perayaan diharapkan mampu terus memperkuat identitas Kota Depok sebagai kota yang inklusif, berbudaya, dan menjadi rumah nyaman bagi seluruh warganya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *