Dari Desainer ke Panggung Catwalk, Made Ayu Buktikan Fashion Bisa Menjadi Wajah Pelestarian Budaya

DEPOK | FOKUSKOTA.com –  Dunia fashion dan pelestarian budaya berpadu dalam kegiatan edukasi wisata budaya yang berlangsung di kawasan Cinere, Kota Depok, Jumat (30/10/2026). Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah kehadiran Made Ayu, desainer House of Made Ayu, yang tampil sebagai model membawakan koleksi brand Desainer DiahJ.

Dengan balutan busana karya Desainer DiahJ, pemilik brand Diah Je, Made Ayu tampil anggun dan penuh percaya diri di atas panggung. Penampilannya tidak hanya menjadi daya tarik acara, tetapi juga mendapat apresiasi langsung dari Ketua Umum Peduli Wisata Budaya Indonesia (PEWIBI), Hj. Irlisa Rachmadiana.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua Umum KPPBI, Dewi Ajeng Salamun, yang turut hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut.

“Pesona Made Ayu luar biasa. Sebagai model Desainer DiahJ sekaligus desainer House of Made Ayu, ia berhasil menunjukkan bahwa budaya itu indah dan bisa dinikmati semua generasi,” ungkap Hj. Irlisa.

Bagi Made Ayu, tampil sebagai model brand DiahJ menjadi pengalaman istimewa. Ia menilai dunia fashion memiliki hubungan erat dengan pelestarian budaya karena busana dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas, kreativitas, dan kekayaan tradisi Indonesia.

“Saya merasa sangat senang dan bangga bisa mendapat kesempatan membawakan karya DiahJ dalam kegiatan edukasi budaya ini. Bagi saya, fashion bukan hanya tentang keindahan penampilan, tetapi juga bagaimana kita bisa menyampaikan pesan, memperkenalkan karya, dan ikut menjaga kekayaan budaya Indonesia,” ujar Made Ayu. Sabtu (31/10/2026)

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara, khususnya PEWIBI, serta DiahJ yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk tampil di panggung tersebut.

“Sebagai desainer, saya percaya setiap perempuan memiliki karakter dan pesonanya masing-masing. Melalui fashion, kita bisa saling mendukung, berkolaborasi, dan memberikan ruang bagi para pelaku kreatif untuk terus berkembang. Harapan saya, kegiatan seperti ini semakin sering digelar agar generasi muda juga semakin mengenal dan mencintai budaya bangsa,” tambahnya.

Kegiatan edukasi tersebut turut menghadirkan DiahJ selaku pemilik brand DiahJ dan Harni dengan brand Nanunisa. Keduanya hadir sebagai desainer sekaligus narasumber yang memberikan wawasan mengenai pelestarian budaya melalui karya fashion.

Dalam pemaparannya, Hj. Irlisa Rachmadiana menjelaskan bahwa PEWIBI memiliki jangkauan organisasi dari Aceh hingga Papua, bahkan memiliki perwakilan luar negeri di lima benua. Organisasi tersebut membawa misi mengedukasi masyarakat agar semakin mengenal, mencintai, dan menjaga wisata serta budaya Indonesia.

“Budaya itu luas, bukan hanya baju. Ucapan, tindakan, pola pikir, pola makan, nyanyian, itu semua adalah budaya yang harus kita jaga,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari berbagai program PEWIBI yang sebelumnya telah berkolaborasi dengan pelaku usaha di Transyogi Mall serta menggelar pertunjukan Ketoprak Humor di RRI Solo.

Ke depan, PEWIBI di bawah kepemimpinan Hj. Irlisa Rachmadiana berencana mengadakan audisi budaya secara rutin setiap bulan di Cinere, Depok. Program tersebut menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari Generasi Alfa (5–15 tahun), Gen Z (15–30 tahun), hingga Milenial (30–50 tahun).

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PEWIBI ingin membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal budaya Indonesia melalui berbagai kreativitas dan ekspresi seni.

Penampilan Made Ayu bersama brand DiahJ menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif antara dunia fashion dan gerakan pelestarian budaya. Sebuah pesan bahwa menjaga warisan bangsa tidak harus selalu dilakukan melalui cara konvensional, tetapi juga dapat diwujudkan lewat karya, kreativitas, dan keberanian untuk terus berkarya.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *