Soal 3 Periode, Pengamat: Presiden Merendahkan Diri Sendiri

images - 2022-04-09T184024.795

DEPOK,fokuskota.com
Pengamat Politik Universitas Nasional Rusdy Setiawan Putra menegaskan, saat ini Joko Widodo sudah mencapai derajat terendah sebagai Presiden pembohong. Sebab, sudah cukup banyak fakta dan bukti-bukti yang menyatakan bahwa Jokowi adalah seorang pembohong.

Di antara kebohongan itu adalah ketika tahun 2018 total impor jagung 180.000 ton, padahal data impor jagung tahun 2018 sebesar 737.228 ton. Kedua, produksi sawit 46 juta ton. Faktanya produksi sawit tahun 2018 sebesar 34,5 juta ton dan mengenai masalah lainnya.

“Tidak hanya rakyat Indonesia yang mengakui Jokowi adalah seorang pembohong, para elite politik di negeri ini. Bahkan para pendukungnya yang rasional setuju dan mengakui bahwa Jokowi adalah seorang pembohong,” kata Rusdy Setiawan Putra kepada fokuskota.com, Jumat 09-04-2022

Implikasi kebohongan yang dilakukan oleh Jokowi, tambah Rusdy, akan sangat berpengaruh dan berdampak negatif bagi keberlangsungan rezim Jokowi sendiri. Bahkan ia memprediksi jabatan Jokowi sebagai Presiden tidak akan selesai hingga tahun 2024.

“Saat ini berbagai elemen mahasiswa dan elemen rakyat sudah bergerak dengan masif mendorong ikhtiar pelengseran Jokowi dari kursi presiden. Rakyat dan mahasiswa sudah satu suara, mereka sudah tidak percaya kepada Jokowi sebagai presiden. Sangat mungkin pemerintahan Jokowi tinggal menunggu waktu,” kata Rusdy.

Di sisi lain, Rusdy mengingatkan bahwa Jokowi dipilih oleh rakyat melalui mekanisme Pemilihan Presiden. Setelah itu, sebagi presiden Jokowi memilih menteri-menteri sebagai perwujudan hak prerogatif yang dimilikinya.

Tapi dalam perjalanannya, Jokowi kemudian seolah didikte oleh seorang menteri yang sangat berkuasa dan bahkan melebihi seorang presiden.

Rusdy mengatakan, rakyat sudah tahu siapa menteri yang defacto mengurus berbagai hal di Indonesia yaitu Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi.

Dalam konteks ini, rakyat mempertanyakan bagaimana mungkin seorang Presiden Jokowi mengangkat Luhut Panjaitan yang kemudian apa yang dilakukannya melebihi tugas-tugas seorang presiden.

“Luhut Panjaitan bekerja tidak sesuai dengan Tupoksi-nya. Bahkan semua hal dilakukan oleh seorang Luhut Panjaitan. Hal ini tidak bisa diterima oleh akal sehat dan karena itu rakyat sangat geram dengan apa yang terjadi terkait hal ini,” kata Rusdy.

Beberapa waktu lalu, sudah menjadi rahasia umum bahwa Lujut Panjaitan juga yang menggulirkan ke ruang publik upaya tiga periode untuk Presiden Jokowi dan penundaan pemilu.

“Implikasi dari apa yang digulirkan terkait tiga periode dan penundaan pemilu begitu menggetarkan ruang publik. Berbagai pihak sangat serius memperbincangkan hal ini. Tentu saja upaya ini sangat ditentang oleh berbagai pihak karena dua hal itu sangat bertentangan dan jelas-jelas melanggar konstitusi. Inilah sesungguhnya pintu masuk bagi arus deras yang justru mungkin bisa melengserkan Jokowi sebagai Presiden,” tandas Rusdy.

Saat ini gelombang penolakan terkait tiga periode dan penundaan pemilu tak bisa dibendung. Mahasiswa dan rakyat bergerak dan menemui jalan bersama dan berikhtiar untuk melengserkan Jokowi.

(Haris)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments