DEPOK | FOKUSKOTA.com – Semangat sportivitas berpadu dengan misi membangkitkan sektor pariwisata mewarnai Grand Final dan Penyerahan Piala PHRI Depok Cup 2026 di GOR Jaya Baru, Rabu (26/8/2026). Turnamen bulu tangkis bertajuk “Smash the Spirit, Majukan Pariwisata Kota Depok” ini menjadi ajang perdana yang digelar Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Depok untuk mempererat solidaritas sekaligus menggerakkan industri perhotelan dan restoran.
Ketua PHRI Kota Depok periode 2025–2030, Jane Nadeak, mengatakan turnamen ini digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus membangun kebersamaan di antara anggota PHRI yang berasal dari hotel, restoran, dan pelaku industri hospitality di Kota Depok.
“Harapan kami sederhana, melalui olahraga komunikasi antaranggota semakin baik, semakin solid, dan semakin banyak ide yang bisa kita kerjakan bersama untuk memajukan pariwisata Kota Depok,” ujar Jane.
Menurut Jane, kekompakan antaranggota menjadi modal penting menghadapi persaingan industri hospitality yang saat ini sedang menghadapi tantangan ekonomi. Meski kondisi ekonomi sedang tidak mudah, PHRI memilih tetap bergerak dan menghadirkan kegiatan positif.
“Kondisi ekonomi memang sedang berjuang, tetapi ini tidak menyurutkan langkah kami. Justru membuat kami semakin yakin bahwa badai ini bisa kita lewati bersama dengan saling mendukung,” katanya.
Turnamen PHRI Depok Cup 2026 diikuti 20 kontingen. Meski target awal mencapai 60 peserta, Jane menilai antusiasme yang hadir sudah menjadi pencapaian luar biasa untuk penyelenggaraan perdana.
Pada grand final, para pemenang menerima Piala PHRI Depok Cup 2026, uang, serta voucher menginap di hotel dan voucher makan di restoran anggota PHRI Kota Depok.
Rinciannya, Juara 1 memperoleh uang tunai Rp1 juta, piala, voucher hotel, dan voucher restoran. Juara 2 mendapatkan Rp750 ribu beserta piala dan voucher, sedangkan Juara 3 menerima Rp500 ribu berikut piala dan voucher hiburan.
Jane menjelaskan, pemberian voucher dari hotel dan restoran anggota PHRI bertujuan agar para peserta mengenal lebih dekat destinasi kuliner dan akomodasi yang ada di Kota Depok.
“Ini bukan hanya hadiah, tetapi juga cara kami memperkenalkan hotel dan restoran anggota PHRI kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, PHRI Depok Cup terbuka untuk umum, meski mayoritas peserta berasal dari karyawan hotel dan restoran. Jane berharap turnamen ini menjadi agenda tahunan yang terus berkembang pada tahun-tahun berikutnya.
Tak berhenti di olahraga, PHRI Kota Depok juga tengah menyiapkan program baru berupa Festival Lomba Masak Kota Depok bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok.
Rencananya, kompetisi tersebut akan menghadirkan dua kategori, yakni makanan khas Kota Depok dan signature dish terbaik dari hotel maupun restoran di Kota Depok sebagai upaya mengangkat identitas kuliner daerah.
“Kami ingin memperkenalkan kekayaan kuliner Depok sekaligus menunjukkan restoran mana yang memiliki sajian terbaik. Ini bagian dari strategi mempromosikan pariwisata Kota Depok,” tutur Jane.
Di akhir keterangannya, Jane menegaskan industri hotel dan restoran merupakan sektor padat karya yang berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Depok.
“Pajak hotel dan restoran kembali untuk Kota Depok. Karena itu, ketika sektor hospitality tumbuh, ekonomi daerah ikut bergerak dan masyarakat juga merasakan manfaatnya,” pungkasnya.(Ht)








