DEPOK | FOKUSKOTA.com – Lomba mancing mania yang dipadukan dengan kegiatan jualan UMKM di Taman Duta RW 09, Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (22/8/2026), mendapat apresiasi dari Camat Sukmajaya Christine Desima Arthauli.
Menurut Christine, kolaborasi antara kegiatan kepemudaan dan pemberdayaan UMKM menjadi contoh konkret bagaimana program pemerintah dapat diterjemahkan hingga tingkat lingkungan.
Ia menilai keberadaan bazar dan event UMKM sangat penting sebagai ruang bagi pelaku usaha untuk menguji produk mereka secara langsung kepada konsumen.
“Kalau UMKM mau naik kelas tentu saja harus diberikan wadah yang memadai. Event-event bazar seperti ini bisa menjadi tempat mereka cek pasar. Apakah makanan yang diproduksi diterima konsumen, bagaimana packaging-nya, daya tahannya, termasuk perizinannya, seperti PIRT dan sertifikasi halal,” ujar Christine.
Ia mengatakan, pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Program di tingkat kota perlu disinergikan dengan kecamatan hingga kelurahan agar manfaatnya benar-benar dirasakan pelaku usaha.
Christine pun memberikan apresiasi kepada RW 09 Cisalak yang mampu mengembangkan kegiatan yang seharusnya berada dalam skala lebih besar menjadi kegiatan berbasis lingkungan.
“Ini luar biasa. Kegiatan yang seharusnya bisa berada di level kecamatan ternyata bisa dilaksanakan di level RW. Saya apresiasi karena dikolaborasikan dengan kegiatan kepemudaan yang mendapatkan anggaran dari dana RW sebesar Rp10 juta,” katanya.
Menurutnya, kemeriahan acara tersebut menunjukkan bahwa dukungan anggaran pemerintah dapat menjadi stimulan ketika dikelola dengan kreativitas dan gotong royong masyarakat.
“Terima kasih kepada RW 09 Kelurahan Cisalak yang sudah mampu menjabarkan program Pemerintah Kota dengan improvisasi dan kreativitas yang sangat baik,” tutur Christine.
Christine menambahkan, program kepemudaan berbasis dana kelurahan dan RW tidak harus selalu dipahami secara sempit. Kegiatan yang melibatkan masyarakat lintas usia justru dapat memperluas dampak program.
Ia menyebut berbagai kegiatan kepemudaan seperti bimbingan teknis dan sosialisasi kepada karang taruna tetap penting. Namun, menurutnya, kegiatan di lapangan perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak masyarakat.
“Orang tua juga pernah muda. Jadi kegiatan kepemudaan boleh juga yang level saya, yang sudah jelita—jelang 50 tahun—ikut nimbrung. Semangatnya tetap semangat pemuda, semangat yang menggelora, optimistis dan ingin maju,” ujarnya disambut suasana akrab warga.
Christine berharap kreativitas warga RW 09 dapat menjadi contoh bahwa program pemerintah tidak berhenti pada penyerapan anggaran, tetapi dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberi manfaat nyata.
Dalam kesempatan tersebut, Christine juga menyoroti persoalan lingkungan dan potensi banjir di kawasan Taman Duta.
Ia menilai kegiatan warga seperti mancing mania dapat menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi lingkungan, termasuk persoalan sedimentasi dan sampah di aliran air.
Menurutnya, masyarakat perlu memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan berbagai langkah preventif sebelum memasuki periode curah hujan tinggi.
“Ketika musim kemarau seperti sekarang, mari kita kelola sampah. Jangan sampai ketika hujan datang, persoalan lingkungan justru menjadi lebih berat,” katanya.
Christine juga mengajak warga untuk melakukan kegiatan bersih-bersih sungai secara bersama-sama. Menurutnya, komunitas yang menggelar mancing mania dapat pula menjadi motor penggerak kegiatan kebersihan lingkungan.
“Harapannya nanti panitia mancing mania ini juga bisa menjadi panitia kegiatan bersih-bersih kali. Jadi ketika debit air tinggi, sudah ada upaya preventif yang dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Depok juga telah memberikan dukungan melalui penyediaan pompa air untuk membantu mengantisipasi genangan ketika debit air meningkat.
Christine mengapresiasi warga yang menyampaikan aspirasi dan persoalan lingkungan melalui komunikasi yang baik dan santun. Menurutnya, penyampaian aspirasi yang konstruktif akan memudahkan pemerintah dan anggota DPRD dalam mencari solusi serta mengalokasikan dukungan anggaran.
“Permasalahan masyarakat harus disampaikan dengan cara-cara yang santun dan baik. Pemerintah dan anggota dewan bisa mulai menata dan memberikan dukungan dari sisi penganggaran,” katanya.
Senada, Lurah Cisalak Helviana Rahayu mengatakan pihaknya mendukung penuh aktivitas masyarakat yang merupakan bagian dari pemanfaatan dana Kelurahan berbasis RW.
Menurut Helviana, kegiatan di RW 09 menjadi contoh bahwa anggaran untuk kategori kepemudaan dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang lebih luas dan melibatkan banyak unsur masyarakat.
“Memang kita mendukung segala aktivitas dan penyerapan dari pengelolaan dana Kelurahan berbasis RW. Salah satunya kategori kepemudaan yang dilaksanakan RW 09. Ini luar biasa,” ujar Helviana.
Ia mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas kepemudaan, tetapi berhasil dikolaborasikan dengan program pemberdayaan UMKM melalui kegiatan jualan UMKM bersama.
“Tidak hanya untuk kegiatan kepemudaan, tetapi ketika diaplikasikan ternyata luar biasa. Bisa dikolaborasikan dengan kegiatan kepemudaan, yaitu mancing mania, sekaligus dengan program pemerintah melalui jualan UMKM bersama-sama,” katanya.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa program berbasis RW dapat menjadi ruang bertemunya berbagai kepentingan masyarakat, mulai dari kepemudaan, UMKM, sosial hingga kepedulian lingkungan.
Christine berharap semangat kebersamaan itu terus dijaga. Sebab, menurutnya, persoalan lingkungan, sosial, ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh pemerintah seorang diri.
“Kerja-kerja di lapangan harus terus dilakukan. Mulai dari memilah sampah, memperhatikan lansia, anak disabilitas, hingga persoalan sosial lainnya. Pekerjaan rumah kita masih banyak, tetapi dengan kolaborasi seluruh unsur masyarakat, pemerintah dan wakil rakyat, kita optimistis bisa bersama-sama mewujudkan Depok maju,” pungkasnya.(Ht)








