Digitalisasi Jadi Senjata Baru Atasi Krisis Sampah, Dosen Universitas Pertamina Luncurkan Netrash untuk Modernisasi Bank Sampah

IMG-20260807-WA0004

JAKARTA |FOKUSKOTA.com – Persoalan sampah di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah besar. Di tengah meningkatnya volume sampah nasional yang mencapai sekitar 35 juta ton per tahun, lebih dari 21 juta ton di antaranya belum tertangani secara optimal. Kondisi ini mendorong lahirnya berbagai inovasi berbasis teknologi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.

Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Ilmu Komputer Universitas Pertamina menghadirkan Net Zero Trash (Netrash), sebuah platform digital berbasis web yang dirancang untuk meningkatkan kualitas tata kelola bank sampah.

Program yang dipimpin Dr. Muhammad Zaki Almuzakki, S.Si., M.Si. ini merupakan implementasi hasil riset Intan Oktafiani, S.Kom., M.T. dan mulai diterapkan di Forum Bank Sampah Kota Cilegon, tepatnya di Kecamatan Cibeber.

Netrash hadir sebagai solusi atas persoalan administrasi yang selama ini masih dilakukan secara manual di banyak bank sampah. Sistem pencatatan konvensional dinilai rentan terhadap kesalahan transaksi, ketidaksesuaian saldo nasabah, hingga lemahnya transparansi pengelolaan.

“Melalui Netrash, proses administrasi menjadi lebih cepat, akurat, dan transparan sehingga pengelola dapat lebih fokus meningkatkan layanan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah,” ujar Dr. Muhammad Zaki.

Tak sekadar mendigitalisasi administrasi, platform ini juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Melalui netrash.id, masyarakat dapat bergabung sebagai pengurus maupun mitra bank sampah sehingga ekosistem pengelolaan sampah berbasis komunitas semakin berkembang.

Dr. Zaki berharap teknologi mampu mengubah paradigma masyarakat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga bagian dari pembangunan ekonomi sirkular yang melibatkan banyak pihak.

Program tersebut mendapat sambutan positif dari para pengelola bank sampah. Mahsunah, pengurus Bank Sampah Unit (BSU) Gebrak 05, menilai pendampingan Universitas Pertamina memberikan semangat baru bagi para pegiat lingkungan.

“Selama ini bank sampah sering dipandang sebelah mata. Dengan pendampingan dan inovasi seperti Netrash, kami semakin optimistis pengelolaan sampah bisa dilakukan secara profesional dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.

Pengembangan Netrash juga mendapat dukungan melalui Hibah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Tahun 2026. Ke depan, tim Universitas Pertamina akan terus menyempurnakan berbagai fitur agar mampu menjawab kebutuhan pengelolaan bank sampah yang semakin kompleks.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, menegaskan bahwa Netrash menjadi bukti nyata bagaimana hasil penelitian perguruan tinggi dapat dihilirisasikan menjadi solusi yang langsung dirasakan masyarakat.

Menurutnya, inovasi digital harus menjadi bagian dari transformasi nasional dalam menghadapi berbagai persoalan, termasuk pengelolaan sampah.

“Netrash menunjukkan bahwa riset tidak berhenti di laboratorium maupun publikasi ilmiah, tetapi mampu menjadi solusi nyata bagi masyarakat. Kami ingin semakin banyak inovasi digital lahir dari kampus untuk menjawab berbagai tantangan bangsa,” ujarnya.

Dengan pemanfaatan teknologi digital, Universitas Pertamina berharap pengelolaan bank sampah di Indonesia semakin profesional, transparan, dan efisien. Inovasi seperti Netrash diyakini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam mempercepat transformasi menuju sistem pengelolaan sampah nasional yang lebih modern sekaligus mendukung terwujudnya ekonomi sirkular di Indonesia.(Ht)

Facebook
Pinterest
X
LinkedIn
Email

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *