DEPOK | FOKUSKOTA .com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional masih mendapat kepercayaan tinggi dari masyarakat Kota Depok. Hasil survei terbaru yang dilakukan Lembaga Survei Depok Independent (LSDI) menunjukkan mayoritas warga mendukung agar program tersebut terus dilanjutkan karena dinilai memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan generasi muda.
Survei yang berlangsung pada 9 hingga 23 Juni 2026 itu melibatkan 1.000 responden yang tersebar di 11 kecamatan di Kota Depok. Pengumpulan data dilakukan secara langsung oleh 33 relawan melalui penyebaran kuesioner kepada masyarakat dari berbagai latar belakang.
Direktur Eksekutif LSDI, Mohammad Khalilou Fadiga, menjelaskan bahwa seluruh data yang diperoleh telah melalui proses rekapitulasi dan analisis untuk memastikan hasil yang akurat dalam menggambarkan persepsi masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
“Sebanyak 33 relawan kami terjunkan ke seluruh kecamatan di Kota Depok untuk menjaring aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan Program MBG. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis oleh tim survei sehingga menghasilkan gambaran yang representatif,” ujar Fadiga di Tapos, Kamis (25/6/2026).
Berdasarkan hasil survei, sebanyak 795 responden atau 79,5 persen menyatakan mendukung kelanjutan Program MBG. Sementara 102 responden atau 10,2 persen menyatakan tidak setuju, dan 103 responden atau 10,3 persen memilih tidak memberikan pendapat atau abstain.
Tingginya angka dukungan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat menilai program tersebut memberikan dampak positif, terutama dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekaligus mengurangi beban ekonomi rumah tangga.
Menurut Fadiga, sebagian besar responden melihat MBG sebagai program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
“Mayoritas warga yang mendukung menilai program ini memiliki nilai manfaat yang besar, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi keluarga,” katanya.
Tak hanya memperoleh tingkat dukungan yang tinggi, pelaksanaan Program MBG juga mendapat penilaian positif dari para pendukungnya. Sebanyak 55 persen responden mengaku sangat puas terhadap pelaksanaan program tersebut di Kota Depok. Sedangkan 45 persen lainnya menilai program berjalan baik, meski masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan.
Salah satu temuan menarik dalam survei ini adalah tingginya dukungan dari kalangan perempuan. Dari seluruh responden yang mendukung keberlanjutan Program MBG, sebanyak 62 persen merupakan perempuan dan 38 persen laki-laki.
Sebaliknya, kelompok yang tidak mendukung program didominasi oleh responden laki-laki dengan persentase mencapai 69 persen, sementara perempuan tercatat sebesar 31 persen.
Fadiga menegaskan bahwa distribusi responden dilakukan secara proporsional agar hasil survei mampu merepresentasikan pandangan masyarakat secara objektif.
“Kami memastikan keterwakilan responden laki-laki dan perempuan berjalan seimbang sehingga hasil survei dapat mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan,” ujarnya.
LSDI juga berencana memperluas cakupan survei dengan melibatkan kalangan pelajar tingkat SD, SMP, hingga SMA. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara langsung pandangan para siswa yang menjadi salah satu penerima manfaat utama Program Makan Bergizi Gratis.
Survei terhadap pelajar dijadwalkan dimulai setelah kegiatan belajar mengajar kembali aktif usai masa libur sekolah, sekitar akhir Juli 2026.
“Polling terhadap pelajar akan menjadi bagian penting untuk mengetahui bagaimana mereka menilai manfaat program ini dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Fadiga.
Hasil survei LSDI menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis masih memiliki tingkat penerimaan yang sangat tinggi di Kota Depok. Dukungan yang mencapai hampir 80 persen menjadi indikator kuat bahwa masyarakat menilai program tersebut masih relevan dan layak untuk terus dikembangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi serta kesejahteraan keluarga di masa mendatang.(Ht)








