DEPOK | FOKUSKOTA.com – Upaya mengantisipasi banjir dan genangan di jalur penghubung Cipayung–Pasir Putih terus dikebut Pemerintah Kota Depok. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok kini fokus melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan TPA dengan mengerahkan kekuatan alat berat dalam jumlah besar.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi DPUPR untuk mengembalikan kapasitas aliran sungai yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor yang membuat aliran air tidak maksimal, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut.
Kepala DPUPR Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, mengatakan pengerukan dilakukan secara intensif dengan target kedalaman sekitar 2 hingga 4 meter.
“Target kami pengerukan sedimen berada di kedalaman 2 sampai 4 meter. Ini penting untuk mengembalikan kapasitas tampung dan kelancaran aliran air menuju hilir, sehingga potensi luapan ke badan jalan bisa ditekan,” ujar Yodi saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).
Tak ingin pekerjaan berjalan lambat, DPUPR mengerahkan 13 unit alat berat, termasuk ekskavator long arm serta dump truck untuk mengangkut material hasil pengerukan.
Pengerahan armada tersebut menunjukkan keseriusan Pemkot Depok dalam melakukan mitigasi banjir, terlebih kawasan Cipayung–Pasir Putih merupakan jalur penting yang menjadi akses mobilitas masyarakat.
Menurut Yodi, genangan di jalur tersebut bukan hanya menghambat aktivitas warga, tetapi apabila dibiarkan berulang dapat berdampak terhadap kondisi konstruksi jalan.
Karena itu, normalisasi kali tidak sekadar dipandang sebagai pekerjaan rutin, melainkan bagian dari upaya memperkuat ketahanan infrastruktur menghadapi ancaman banjir.
“Kami berharap setelah normalisasi ini, risiko banjir dan genangan dapat diminimalkan secara signifikan. Kondisi tanggul dan bantaran sungai juga terus kami pantau, termasuk potensi longsoran yang bisa mengganggu aliran,” jelasnya.
Pekerjaan di lapangan tidak berhenti pada pengerukan dasar kali. Petugas DPUPR juga membersihkan sampah serta vegetasi liar yang tumbuh di sepanjang aliran sungai.
Pembersihan tersebut dilakukan untuk mengurangi potensi penyumbatan dan memastikan aliran air tetap terbuka ketika debit sungai meningkat.
Pemkot Depok menegaskan pemeliharaan sungai dan daerah aliran sungai (DAS) akan terus dilakukan secara berkala. Upaya ini dinilai penting untuk menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang dapat meningkat seiring perubahan pola cuaca.
Normalisasi Kali Pesanggrahan TPA pun diharapkan menjadi langkah konkret untuk mengurangi titik rawan genangan sekaligus menjaga konektivitas jalur Cipayung–Pasir Putih tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.(Ht)








