DEPOK | FOKUSKOTA.com – Upaya Pemerintah Kota Depok dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja kembali mendapat apresiasi dari kalangan industri pariwisata. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan seleksi calon peserta Program Pelatihan Perhotelan Tahun 2026 yang digelar di Hotel Savero Depok Senin (15/6/2026).
Program yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok ini menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor perhotelan, restoran, dan industri pariwisata yang terus berkembang. Melalui pelatihan yang diberikan oleh LPK Cipta Dinamika, para peserta akan dibekali keterampilan profesional sebelum menjalani program magang di berbagai hotel, restoran, destinasi wisata, dan stakeholder pariwisata di Kota Depok.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Depok periode 2025–2030, Jane Nadeak, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi salah satu solusi nyata dalam menciptakan tenaga kerja yang berkualitas sekaligus memperkuat daya saing sektor pariwisata daerah.
“Kami dari PHRI Kota Depok sangat antusias dan merasa terbantu dengan adanya program pelatihan perhotelan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Depok melalui Disnaker. Dunia pariwisata merupakan sektor yang membutuhkan SDM dalam jumlah besar dan dengan kualitas yang baik. Kehadiran program ini menjadi support system yang sangat penting bagi industri kami,” ujar Jane.
Ia menjelaskan, para peserta yang telah mendapatkan pelatihan dan sertifikasi keterampilan akan lebih siap ketika memasuki dunia kerja maupun program magang. Kondisi tersebut memberikan manfaat besar bagi pelaku usaha pariwisata karena mampu menekan biaya perekrutan dan pelatihan dasar karyawan baru.
“Efisiensi biaya SDM yang kami peroleh dapat dialihkan untuk mendukung kegiatan pemasaran, peningkatan layanan, maupun pemeliharaan fasilitas. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan daya tarik pariwisata Kota Depok sehingga mampu bersaing dengan daerah lain dan menarik lebih banyak wisatawan maupun investor,” tambahnya.
Jane menegaskan bahwa SDM bukanlah beban bagi industri, melainkan aset yang sangat berharga. Karena itu, setiap peserta yang mengikuti pelatihan dianggap sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan sektor pariwisata Kota Depok.
“Para peserta yang dilatih hari ini adalah aset pariwisata Kota Depok. Kami bahkan menganggap mereka sebagai calon duta pariwisata yang kelak akan ikut membangun dan mempromosikan Kota Depok melalui profesionalisme serta kompetensi yang mereka miliki,” katanya.
Lebih lanjut, ia berharap program serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin pemerintah daerah. Selain mampu menekan angka pengangguran, program ini juga berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
“Harapan kami kegiatan ini dapat dilakukan secara reguler. Dampaknya sangat luas, mulai dari pengurangan pengangguran, peningkatan kualitas SDM, hingga pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di sektor pariwisata dan jasa. Pajak yang kami bayarkan kepada daerah pada akhirnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk SDM yang terlatih dan siap kerja,” ungkapnya.
Program Pelatihan Perhotelan Tahun 2026 ini menjadi bukti sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pelatihan kerja, dan pelaku industri dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan produktif. Dengan lahirnya tenaga-tenaga profesional baru, sektor pariwisata Kota Depok diharapkan semakin berkembang, berdaya saing, dan mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, Kota Depok tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga membangun fondasi SDM unggul yang siap menjadi motor penggerak kemajuan pariwisata dan perekonomian kota di masa depan.(Ht)








